Time token learning model
Home » MODEL PEMBELAJARAN » Ide Pokok Model Pembelajaran Time Token

Ide Pokok Model Pembelajaran Time Token

wisnurat 11 Feb 2024 1.771

Halo sobat okeguru. Kita akan menyelami ide pokok salah satu model pembelajaran kooperatif yang mampu mengubah dinamika kelas, yaitu Model Pembelajaran Token Time.

Arends (1997:137) menyatakan bahwa “time token merupakan salah satu keterampilan berperan serta dalam pembelajaran kooperatif yang bertujuan untuk mengatasi pemerataan kesempatan yang mewarnai kerja kelompok, menghindarkan siswa mendominasi atau diam sama sekali dan menghendaki siswa saling membantu dalam kelompok kecil”.

Model pembelajaran Time Token (Arends, 1998;37) merupakan “model pembelajaran yang bertujuan agar masing-masing anggota kelompok diskusi mendapatkan kesempatan untuk memberikan kontribusi dalam menyampaikan pendapat mereka dan mendengarkan pandangan serta pemikiran anggota lainnya”

Arends dalam buku “Classroom Instruction and Management” memberikan penjelasan konsep model pembelajaran Token Time.  Model pembelajaran Token Time memberikan peta partisipasi setara di antara semua siswa. Token Time menyajikan solusi gemilang untuk tantangan-tantangan menyampaikan ide dengan cara berbicara. Tidak hanya menyeimbangkan ruang bagi setiap suara untuk didengar, tetapi juga merangkul setiap individu untuk memainkan peran vital dalam pembentukan ekosistem kelas yang demokratis dan inklusif. 

Ide pokok pikiran model pembelajaran Token Time berdasarkan kutipan referensi di atas bisa diuraikan sebagai berikut:

1. Keterlibatan Siswa

Token Time dirancang untuk mengaktifkan partisipasi semua siswa dalam pembelajaran kooperatif, dengan tujuan memastikan setiap anggota kelompok terlibat aktif.

2. Pemerataan Kesempatan

Model ini bertujuan menciptakan kesetaraan dalam berpartisipasi, sehingga mencegah dominasi oleh satu atau beberapa siswa dan menghindari in-aktivitas siswa lain.

3. Saling Membantu

Menggunakan sistem Token Time mendorong siswa dalam sebuah kelompok untuk bekerja bersama dan mendukung satu sama lain dalam proses pembelajaran.

4. Distribusi Waktu Berbicara

Setiap siswa mendapat “token” atau alokasi waktu yang sama untuk menyampaikan pendapat dan berkontribusi dalam diskusi, memastikan distribusi waktu bicara yang adil.

5. Mendengarkan

Time Token tidak hanya mengenai berbicara tetapi juga mendengarkan aktivitas berbagi pemikiran dan pandangan dari setiap anggota kelompok, sehingga memperkaya pengalaman belajar bersama.

6. Kontribusi Individual

Setiap siswa diberikan kesempatan dan diharapkan untuk memberikan kontribusi unik mereka selama sesi diskusi, menunjang keterlibatan penuh dari setiap anggota kelompok.

Model pembelajaran Time Token didesain untuk memperbaiki interaksi kelompok dan memastikan semua siswa memiliki kesempatan yang sama untuk partisipasi, mendukung pembelajaran kolaboratif yang seimbang dan inklusif.

Semoga Bermanfaat Salam Inovasi Salam Implementasi

Daftar Pustaka :

Arends. 1997. Classroom Instruction and  Management: The Mc Graw Hill companies Inc

Founder of Okeguru.Com. Teacher, Speaker, Writer, Blogger, Education Content Creator and Enterpreneur.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Penggunaan Taksonomi SOLO dalam Pembelajaran

wisnurat

18 Apr 2026

Daftar Isi1 1. Merumuskan Tujuan Belajar yang Jelas dan Terukur2 2. Membuat Kriteria Keberhasilan (Rubrik)3 3. Diferensiasi Pembelajaran (Melayani Beda Kemampuan)4 4. Penilaian Diri untuk Membangun Kesadaran Belajar5 5. Penilaian Teman Sebaya yang Produktif6 6. Memberi Umpan Balik yang Spesifik dan Memotivasi7 7. Menyusun Pertanyaan dari Mudah ke Sulit Bayangkan, saat temen-temen sedang mengajar. Seorang …

Taxonomi SOLO

wisnurat

18 Apr 2026

Daftar Isi1 Pernahkah temen-temen bertanya-tanya, “Sebenarnya, apa yang terjadi di dalam pikiran siswa ketika mereka belajar?”2 Latarbelakang Masalah3 Empat Tingkatan Berfikir SOLO4 1. Unistructural – Satu Fakta, Satu Ide5 2. Multistructural – Banyak Fakta, Tapi Masih Lepas-Lepas6 3. Relational. Menghubungkan (Di Sinilah Pemahaman Sejati Mulai Terbentuk)7 4. Extended Abstract – Melompat ke Teori Lain (Level …

Lembar Kerja Siswa PjBL

wisnurat

25 Mar 2026

Daftar Isi1 Kesalahpahaman Penggunaan Lembar Kerja Siswa2 Rubrik Penilaian3 Download LSK dan Rubrik Penilaian Supaya lebih terarah, Lembar Kerja Siswa (LKS) bisa jadi media pembelajaran berbasis proyek. Saya coba rancang LKS PjBL dengan pendekatan manajemen PDCA. Format LKS ini bisa temen-temen gunakan atau bisa juga dikembangkan sesuai kompleksitas proyek yang dilakukan. Kesalahpahaman Penggunaan Lembar Kerja …

Perencanaan PjBL Berbasis PDCA. Mengatasi Sampah Daun di Lingkungan Sekolah

wisnurat

24 Mar 2026

Daftar Isi1 Judul Proyek2 Tujuan Pembelajaran3 Tahap PLAN4 Tahap DO5 Tahap CHECK6 Tahap ACT7 Daftar Pustaka Temen-temen okeguru, salah satu sumber proyek yang sangat baik sebenarnya berasal dari masalah nyata di lingkungan sekolah. Misalnya, banyak sekolah memiliki pohon yang rindang tetapi menghasilkan sampah daun yang berserakan setiap hari. Masalah sederhana ini dapat dijadikan proyek pembelajaran …

Integrasi PDCA dalam Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning)

wisnurat

24 Mar 2026

Daftar Isi1 “Mengintegrasikan PDCA dengan pembelajaran PjBL. Apakah beneran bisa ?”2 Hubungan PjBL dan PDCA3 Daftar Pustaka “Mengintegrasikan PDCA dengan pembelajaran PjBL. Apakah beneran bisa ?” Temen-temen okeguru. Salah satu tantangan dalam menerapkan Project-Based Learning (PjBL) adalah siswa sering kali kebingungan ketika harus merencanakan dan mengelola proyek mereka sendiri. Banyak proyek akhirnya tidak berjalan optimal …

Prinsip PDCA dalam Pembelajaran di Jenjang Menengah

wisnurat

23 Mar 2026

Daftar Isi1 “Siklus PDCA. Apa benar bisa diimplementasikan dalam proses pembelajaran ?”2 1. Tahap Plan (Perencanaan)3 2. Tahap Do (Pelaksanaan)4 3. Tahap Check (Evaluasi)5 4. Tahap Act (Perbaikan)6 Daftar Pustaka “Siklus PDCA. Apa benar bisa diimplementasikan dalam proses pembelajaran ?” Temen-temen okeguru, dalam praktik pembelajaran kita sering menemukan bahwa siswa sebenarnya mampu mengerjakan tugas atau …

x
x