Menu Click to open Menus
TRENDING
Home » MODEL PEMBELAJARAN » LANGKAH PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK

LANGKAH PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK

(8379 Views) June 28, 2018 5:41 am | Published by | No comment

Pembelajaran dengan pendekatan saintifik. Apa bedanya dengan pembelajaran dengan model pembelajaran saintifk? Pertanyaan ini sering kali dipertanyakan oleh guru.

pendekatan pembelajarn saintifik

Apa Beda Pendekatan Saintifik dengan Model Saintifik

Kata “pendekatan” dengan “model” dalam praktik mengajar memiliki perbedaan. Terutama dalam prakti didalam kelas. Saat pembelajaran menggunakan “pendekatan sainitifik”, bisa jadi dalam kegiatan belajar, urutan langkah sintak pembelajaran saintifik akan dialami siswa tidak berurutan. Namun semua sintak pembelajarannya dilalui.

Ketika pembelajaran dilakukan dengan model pembelajaran saintifk. Setiap tahapan dalam pembelajaran, dilakukan sesuai dengan urutan sintak model pembelajaran saintifik.

Apa Saja Sintak Pembelajaran Saintifik ?

Ada lima tahapan sintak dalam pembelajaran saintifk. Kelima tahapannya biasa dikenal dengan 5M yang terdiri dari :

  1. Mengamati;
  2. Menanya;
  3. Mengumpulkan informasi/eksperimen;
  4. Mengasosiasikan/mengolah informasi; dan
  5. Mengkomunikasikan.

Bagaimana Kegiatan pada Masing-masing Sintak Pembelajaran Saintifik ?

Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa ada lima sintak dalam model pembelajaran saintifik, yaitu Menyimak, Menanya, Mengumpulkan Informasi, Mengasosiasi, dan Mengkomunikasikan.

1. Mengamati
Mengamati merupakan metode yang mengutamakan kebermaknaan proses pembelajaran (meaningfull learning). Kegiatan belajar yang dilakukan dalam proses mengamati adalah membaca, mendengar, menyimak, melihat (tanpa atau dengan alat). Kompetensi yang dikembangkan adalah melatih kesungguhan, ketelitian, mencari informasi

2. Menanya
Menanya merupakan kegiatan pembelajaran yang dilakukan dengan cara mengajukan pertanyaan tentang informasi yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati (dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik). Kompetensi yang dikembangkan adalah mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat.

3. Mengumpulkan Informasi/Eksperimen
Mengumpulkan informasi/eksperimen merupakan kegiatan pembelajaran yang berupa eksperimen, membaca sumber lain selain buku teks, mengamati objek/kejadian/aktivitas, dan wawancara dengan narasumber. Kompetensi yang dikembangkan dalam proses mengumpulkan informasi/ eksperimen adalah mengembangkan sikap teliti, jujur, sopan, menghargai pendapat orang lain, kemampuan berkomunikasi, menerapkan kemampuan mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang dipelajari, mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar sepanjang hayat.

4.Mengasosiasikan/Mengolah Informasi
Mengasosiasikan/mengolah informasi merupakan kegiatan pembelajaran yang berupa pengolahan informasi yang sudah dikumpulkan baik terbatas dari hasil kegiatan mengumpulkan/eksperimen maupun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi. Kompetensi yang dikembangkan dalam proses mengasosiasi/mengolah informasi adalah mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja keras, kemampuan menerapkan prosedur dan kemampuan berpikir induktif serta deduktif dalam menyimpulkan.

5. Mengkomunikasikan
Mengkomunikasikan merupakan kegiatan pembelajaran yang berupa menyampaikan hasil pengamatan, kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya. Kompetesi yang dikembangkan dalam tahapan mengkomunikasikan adalah mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan berpikir sistematis, mengungkapkan pendapat dengan singkat dan jelas, dan mengembangkan kemampuan berbahasa yang baik dan benar.

Bagaimana Langkah-langkah Pembelajaran dengan Pendekatan Saintifik ?

Menurut Permendikbud Nomor 81 A Tahun 2013 lampiran IV, proses pembelajaran terdiri atas lima pengalaman belajar pokok yaitu:

  1. mengamati;
  2. menanya;
  3. mengumpulkan informasi/eksperimen;
  4. mengasosiasikan/mengolah informasi; dan
  5. mengkomunikasikan.

Karena sintak pembelajaran saintifik sebagai pendekatan dalam pembelajaran, maka langkah – langkah kegiatannya bisa mengikuti urutan sintak di atas. Tapi bisa juga tidak mengikuti sesuai urutan sintak pembelajaran.

Saya kira itu yang bisa di share mengenai langkah pembelajaran dengan pendekatan saintifik. Semoga menginspirasi dan bermanfaat.

Salam Inovasi Salam Implementasi

Sumber :
– Pengembangan Profesi Pendidik, Tim. 2014. Materi Pelatihan Guru Implementasi Kurikulum 2013 Tahun 2014. Jakarta: Kemendikbud.
– Permendikbud Nomor 81A Tahun 2013 lampiran IV tentang Implementasi Kurikulum Pedoman Umum Pembelajaran
– https://id.wikipedia.org/wiki/Pendekatan_saintifik
– http://www.salamedukasi.com/2014/06/langkah-langkah-pembelajaran-scientific.html

No comment for LANGKAH PEMBELAJARAN DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *