Home » MODEL PEMBELAJARAN » MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING

MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING

wisnurat 01 Oct 2021 30.860

Okeguru.com – Model pembelajaran cooperative learning.

Halo teman-teman Okeguru.
Kita tahu di dalam kelas terdapat siswa yang bervariatif. Mulai dari latar belakang suku,  kebiasaan  dan akhirnya membentuk karakter yang unik.  Kondisi ini menuntut kita untuk mencari model pembelajaran yang tepat.  Supaya bisa mempersatukan mereka dalam sebuah aktivitas.

Tentunya teman-teman masih ingat dengan pembelajaran abad 21 yaitu 4C.  Communication skillCollaborative skillCreative and Critical thinking and problem solving. Dengan itu semua akan menuntun siswa untuk bisa bekerja sama di dalam tim.

cooperative learning

Prinsip Pembelajaran Cooperative Learning

Nah kali ini.  Saya akan coba mengupas model pembelajaran cooperative learning.  Model ini sangat bermanfaat sekali untuk membentuk karakter kerjasama siswa di dalam kelompok.

Prinsip dari model pembelajaran cooperative learning adalah adanya pengelompokan siswa yang heterogen menjadi kelompok kecil.  Di dalam kelompok,  siswa didorong untuk bekerja sama dalam kegiatan pembelajaran.

Sintak Pembelajaran Cooperative Learning

Teman-teman.  Ada 6 sintak dalam pembelajaran cooperative learning, yaitu :  

  1. Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswa;
  2. Menyajikan informasi;
  3. Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar;
  4. Membimbing kelompok bekerja dalam belajar;
  5. Mengevaluasi; dan 
  6. Memberikan penghargaan.

Langkah – langkah Pembelajaran Cooperative Learning

1. Menyampaikan Tujuan dan Memotivasi Siswa

Pertama yang harus dilakukan adalah menyampaikan tujuan pembelajaran.  Termasuk skenario dan harapan yang ingin dicapai.  Fase pertama ini, saya sering awali dengan cerita untuk memudahkan siswa dalam mencerna tujuan.

2. Menyajikan Informasi

Teman – teman okeguru.
Pada fase menyajikan informasi. Sampaikan topik yang akan dipelajari, sebagai informasi awal kepada siswa.  Penyampaian topik ini akan menjadi modal bagi siswa untuk memiliki pemahaman awal.

3. Mengorganisasikan Siswa Dalam Kelompok Belajar

Selanjutnya teman-teman bisa membagi siswa jadi beberapa kelompok.  Masing – maising kelompok terdiri dari 4 atau 5 orang siswa. Baiknya sih berjumlah ganjil.
Setelah kelompok terbagi, dilanjutkan dengan memberikan pembagian tugas.  Biasanya saya suka membagikan topik-topik yang akan dibahas.  Hingga seluruh kelompok mendapatkan topik yang berbeda.

4. Membimbing Kelompok dalam Belajar

Teman-teman.
Jangan lupa untuk melakukan pembimbingan kelompok.  Karena tidak semua kelompok dapat secara mandiri bisa melakukan aktifitas belajar kelompok.  Saya selalu membantu mereka untuk membagi tugas tugas kecil di dalam kelompoknya. Tapi untuk pembelajaran selanjutnya, mereka akan terbiasa melakukan kerja berkelompok.

5. Mengevaluasi

Saya melakukan 2 kali evaluasi.  Evaluasi terhadap individu  dan evaluasi terhadap kelompok. Evaluasi terhadap individu saya lakukan saat melakukan pembimbingan kelompok.  Caranya dengan mengamati indikator yang dicapai pada setiap individu.  Sedangkan untuk evaluasi kelompok, saya lakukan dengan memberikan penugasan presentasi kelompok.

6. Memberikan Penghargaan

Teman-teman, hal yang yang paling penting adalah memberikan penghargaan. Umumnya penghargaan diberikan dalam nilai. Tapi coba lakukan hal yang berbeda.
Diakhir kegiatan, Saya selalu melakukan review. Selain mengumumkan nilai,  saya sampaikan juga indikator penilaiannya.  Cara ini cukup efektif untuk mengajak siswa melakukan evaluasi diri. 
Di waktu-waktu tertentu terkadang saya memberikan hadiah makanan untuk kelompok yang unggul. Bisa biskuit, coklat atau makanan ringan lainnya. Cara ini cukup ampuh untuk memberikan motivasi dan menguatkan pendekatan terhadap siswa dalam kegiatan belajar selanjutnya.

Teman-teman semoga sedikit cerita best practice ini  bisa bermanfaat buat teman-teman semua.

Selamat mencoba.
Salam inovasi dalam implementasi.

Founder of Okeguru.Com. Teacher, Speaker, Writer, Blogger, Education Content Creator and Enterpreneur.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Penggunaan Taksonomi SOLO dalam Pembelajaran

wisnurat

18 Apr 2026

Daftar Isi1 1. Merumuskan Tujuan Belajar yang Jelas dan Terukur2 2. Membuat Kriteria Keberhasilan (Rubrik)3 3. Diferensiasi Pembelajaran (Melayani Beda Kemampuan)4 4. Penilaian Diri untuk Membangun Kesadaran Belajar5 5. Penilaian Teman Sebaya yang Produktif6 6. Memberi Umpan Balik yang Spesifik dan Memotivasi7 7. Menyusun Pertanyaan dari Mudah ke Sulit Bayangkan, saat temen-temen sedang mengajar. Seorang …

Taxonomi SOLO

wisnurat

18 Apr 2026

Daftar Isi1 Pernahkah temen-temen bertanya-tanya, “Sebenarnya, apa yang terjadi di dalam pikiran siswa ketika mereka belajar?”2 Latarbelakang Masalah3 Empat Tingkatan Berfikir SOLO4 1. Unistructural – Satu Fakta, Satu Ide5 2. Multistructural – Banyak Fakta, Tapi Masih Lepas-Lepas6 3. Relational. Menghubungkan (Di Sinilah Pemahaman Sejati Mulai Terbentuk)7 4. Extended Abstract – Melompat ke Teori Lain (Level …

Lembar Kerja Siswa PjBL

wisnurat

25 Mar 2026

Daftar Isi1 Kesalahpahaman Penggunaan Lembar Kerja Siswa2 Rubrik Penilaian3 Download LSK dan Rubrik Penilaian Supaya lebih terarah, Lembar Kerja Siswa (LKS) bisa jadi media pembelajaran berbasis proyek. Saya coba rancang LKS PjBL dengan pendekatan manajemen PDCA. Format LKS ini bisa temen-temen gunakan atau bisa juga dikembangkan sesuai kompleksitas proyek yang dilakukan. Kesalahpahaman Penggunaan Lembar Kerja …

Perencanaan PjBL Berbasis PDCA. Mengatasi Sampah Daun di Lingkungan Sekolah

wisnurat

24 Mar 2026

Daftar Isi1 Judul Proyek2 Tujuan Pembelajaran3 Tahap PLAN4 Tahap DO5 Tahap CHECK6 Tahap ACT7 Daftar Pustaka Temen-temen okeguru, salah satu sumber proyek yang sangat baik sebenarnya berasal dari masalah nyata di lingkungan sekolah. Misalnya, banyak sekolah memiliki pohon yang rindang tetapi menghasilkan sampah daun yang berserakan setiap hari. Masalah sederhana ini dapat dijadikan proyek pembelajaran …

Integrasi PDCA dalam Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning)

wisnurat

24 Mar 2026

Daftar Isi1 “Mengintegrasikan PDCA dengan pembelajaran PjBL. Apakah beneran bisa ?”2 Hubungan PjBL dan PDCA3 Daftar Pustaka “Mengintegrasikan PDCA dengan pembelajaran PjBL. Apakah beneran bisa ?” Temen-temen okeguru. Salah satu tantangan dalam menerapkan Project-Based Learning (PjBL) adalah siswa sering kali kebingungan ketika harus merencanakan dan mengelola proyek mereka sendiri. Banyak proyek akhirnya tidak berjalan optimal …

Prinsip PDCA dalam Pembelajaran di Jenjang Menengah

wisnurat

23 Mar 2026

Daftar Isi1 “Siklus PDCA. Apa benar bisa diimplementasikan dalam proses pembelajaran ?”2 1. Tahap Plan (Perencanaan)3 2. Tahap Do (Pelaksanaan)4 3. Tahap Check (Evaluasi)5 4. Tahap Act (Perbaikan)6 Daftar Pustaka “Siklus PDCA. Apa benar bisa diimplementasikan dalam proses pembelajaran ?” Temen-temen okeguru, dalam praktik pembelajaran kita sering menemukan bahwa siswa sebenarnya mampu mengerjakan tugas atau …

x
x