cooperative learning
Home » MODEL PEMBELAJARAN » Ragam Cooperative Learning untuk Sukses Pembelajaran

Ragam Cooperative Learning untuk Sukses Pembelajaran

wisnurat 03 Dec 2023 1.436

Dalam dunia pendidikan, pendekatan pembelajaran kooperatif (Cooperative Learning) telah mendapatkan perhatian yang semakin besar karena efektivitasnya dalam meningkatkan prestasi belajar, keterampilan sosial, dan sikap positif siswa.

Berbeda dengan pembelajaran tradisional yang berfokus pada kerja mandiri, pembelajaran kooperatif menekankan kerja sama antara siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran.

Cooperative Learning

Melalui kerja sama dalam kelompok kecil, siswa saling membantu dan belajar dari satu sama lain, sehingga menciptakan suasana belajar yang lebih dinamis dan interaktif. Pendekatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran, serta mengembangkan keterampilan komunikasi, kerja sama, dan berpikir kritis mereka.

Sejak tahun 1990-an, berbagai macam model pembelajaran kooperatif telah dikembangkan dan diterapkan di kelas. Berikut ini adalah beberapa contoh model pembelajaran kooperatif yang populer dan efektif:

Jigsaw

Model Jigsaw dikembangkan oleh Robert Slavin pada tahun 1985. Dalam model ini, siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil yang heterogen. Setiap siswa dalam kelompok diberi tugas untuk mempelajari bagian tertentu dari materi pelajaran secara mendalam. Setelah setiap siswa memahami bagiannya masing-masing, mereka akan bertemu dengan siswa dari kelompok lain yang mempelajari bagian yang berbeda untuk saling mengajarkan apa yang mereka pelajari.

Think-Pair-Share

Model Think-Pair-Share dikembangkan oleh Frank Lyman pada tahun 1981. Model ini sederhana dan mudah diterapkan, sehingga cocok untuk digunakan dalam berbagai situasi pembelajaran. Dalam model ini, siswa terlebih dahulu berpikir secara mandiri tentang suatu pertanyaan atau masalah (think). Kemudian, siswa berpasangan untuk saling mendiskusikan pemikiran mereka (pair). Setelah itu, siswa berbagi pemikiran mereka dengan seluruh kelas (share).

Student Team Achievement Division (STAD)

Model STAD juga dikembangkan oleh Robert Slavin pada tahun 1981. Model ini menekankan pentingnya akuntabilitas individu dan kelompok. Dalam model ini, siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil yang heterogen. Setiap siswa dalam kelompok diberi tes individu untuk mengukur penguasaan mereka terhadap materi pelajaran. Skor individu kemudian dirata-ratakan untuk menghasilkan skor kelompok. Kelompok dengan skor tertinggi akan diberikan penghargaan.

Teams Games Tournament (TGT)

Model TGT dikembangkan oleh Robert Slavin pada tahun 1985. Model ini menggabungkan unsur pembelajaran kooperatif dan permainan. Dalam model ini, siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil yang heterogen. Setiap siswa dalam kelompok mempelajari bagian tertentu dari materi pelajaran. Setelah itu, siswa dari kelompok yang berbeda akan bertanding dalam permainan yang mengukur penguasaan mereka terhadap materi pelajaran.

Numbered Heads Together (NHT)

Model NHT dikembangkan oleh Robert Slavin pada tahun 1989. Model ini sederhana dan efektif untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam diskusi kelas. Dalam model ini, siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil yang heterogen. Setiap siswa dalam kelompok diberi nomor. Guru kemudian akan mengajukan pertanyaan kepada kelompok dan memberikan nomor tertentu. Siswa dengan nomor yang disebutkan harus menjawab pertanyaan tersebut. Jika siswa tidak dapat menjawab pertanyaan, siswa lain dalam kelompok dapat membantu.

Semoga bermanfaat
Salam Inovasi Salam Implementasi

Daftar Pustaka

Slavin, R. E. (1985). Cooperative learning: Theory, research, and practice. Englewood Cliffs, NJ: Prentice-Hall.

Slavin, R. E. (1989). Student team achievement divisions (STAD). Journal of Research in Education, 23(2), 28-35.

Johnson, D. W., & Johnson, R. T. (1999). Learning together: Group theory and cooperative learning. Boston: Allyn & Bacon.

Kagan, S. (1994). Structures for cooperative learning: Teaching, learning, and teambuilding. San Clemente, CA: Kagan Cooperative Learning.

Lucas, H. (2001). Collaborative learning: A guide to success in higher education. London: Routledge.

Prince, M. (2004). Does active learning work? A review of the research. Journal of engineering education, 93(3), 223-231.

Freeman, S., Eddy, S., McDonough, M., Smith, M. C., Okoroafor, N., Jordt, H., & Wenderoth, M. P. (2014). Active learning increases student engagement in science. Proceedings of the National Academy of Sciences, 111(23), 8410-8415.

Sanjaya, W. (2006). Model-model pembelajaran inovatif. Jakarta: Prestasi Pustaka.

Majid, A. (2002). Pembelajaran kooperatif: Konsep, strategi, dan teknik. Bandung: PT

Founder of Okeguru.Com. Teacher, Speaker, Writer, Blogger, Education Content Creator and Enterpreneur.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Desain Learning Log Berbasis Taksonomi SOLO

wisnurat

12 Aug 2025

Daftar Isi1 Cara Membuat Learning Log2 Manfaat untuk Guru dan Siswa3 Contoh Learning Log Temen-temen okeguru, learning log itu ibarat “buku catatan perjalanan belajar” siswa. Nah, Taksonomi SOLO bisa dipakai sebagai kerangka untuk menyusunnya, supaya siswa tidak hanya mencatat apa yang mereka lakukan, tapi juga mengukur sejauh mana tingkat pemahaman mereka berkembang. Learning log yang …

3 Metode Atasi Brainrot

wisnurat

16 Mar 2025

Daftar Isi1 Fenomena Brain Rot dan Penggunaan Gadget yang Berlebihan2 Project-Based Learning (PBL) sebagai Solusi3 Gamifikasi dalam Pembelajaran4 Metode Pomodoro untuk Meningkatkan Fokus5 Integrasi Ketiga Metode untuk Mengatasi Brain Rot6 Referensi Tulisan sebelumnya pernah saya posting masalah Brain rot di kalangan siswa. Akibat terpapar penggunaan gadget terlalu sering. Fenomena ini sudah masiv terjadi. Tidak cukup …

Project Base Learning

wisnurat

16 Mar 2025

Daftar Isi1 Tokoh di Balik Project Based Learning (PBL)2 Sejarah Perkembangan Project Base Learning3 Prinsip Dasar Project Base Learning4 Sintaks (Langkah-Langkah) Project Base Learning5 Implementasi PBL di Kelas6 Manfaat PBL7 Tantangan8 Referensi Temen-temen guru! Model pembelajaran Project Base Learning (PBL), jadi salah satu model pembelajaran yang semakin populer. Model ini punya kemampuan untuk melibatkan siswa secara …

Empat Level Inquiry Learning

wisnurat

09 Mar 2025

Daftar Isi1 Adakah perbedaannya ?2 Confirmation Inquiry (Inkuiri Konfirmasi)3 Structured Inquiry (Inkuiri Terstruktur)4 Guided Inquiry (Inkuiri Terbimbing)5 Open Inquiry (Inkuiri Terbuka)6 Perbandingan Singkat7 Kapan Menggunakan Masing-masing Level?8 Referensi Haloo rekan-rekan okeguru! Menurut Banchi & Bell (2008), Inquiry Learning dapat dibagi menjadi empat level: Adakah perbedaannya ? Tentu saja! Keempat level Inquiry Learning yang terdiri dari Confirmation …

Inquiry Learning Model

wisnurat

09 Mar 2025

Daftar Isi1 Tokoh di Balik Inquiry Learning2 Apa Itu Inquiry Learning?3 Konsep Umum Inquiry Learning4 Manfaat Inquiry Learning bagi Siswa5 Contoh Penerapan Inquiry Learning di Kelas6 Refleksi untuk Rekan Guru7 Referensi Halo, rekan-rekan oke guru! Pernahkah Anda merasa bahwa pembelajaran di kelas akan lebih bermakna jika siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga aktif mengeksplorasi …

Surface Learning

wisnurat

07 Jan 2025

Daftar Isi1 Apa Itu Surface Learning?2 Karakteristik Surface Learning3 Faktor yang Mempengaruhi Surface Learning4 Mengatasi Surface Learning dalam Pengajaran5 Referensi Pemahaman tentang berbagai pendekatan pembelajaran sangat penting bagi para pendidik. Selain Deep Learning, saat ini sedang jadi topik pembahasan dikalangan guru Indonesia. Pendekatan pembelajaran lain yang perlu diketahui adalah surface learning. Pendekatan ini memiliki karakteristik …

x
x