- MODEL PEMBELAJARANPenggunaan Taksonomi SOLO dalam Pembelajaran
- MODEL PEMBELAJARANTaxonomi SOLO
- MODEL PEMBELAJARANLembar Kerja Siswa PjBL
- MODEL PEMBELAJARANPerencanaan PjBL Berbasis PDCA. Mengatasi Sampah Daun di Lingkungan Sekolah
- MODEL PEMBELAJARANIntegrasi PDCA dalam Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning)
- MODEL PEMBELAJARANPrinsip PDCA dalam Pembelajaran di Jenjang Menengah
- MEDIA PEMBELAJARANDesain Learning Log Berbasis Taksonomi SOLO
- METODE PEMBELAJARANLevel Berpikir Siswa ala Taksonomi SOLO – Panduan Ringkas untuk Temen-Temen Okeguru
- METODE PEMBELAJARAN3 Metode Atasi Brainrot
- METODE PEMBELAJARANGamifikasi Pembelajaran
Sintak dan Langkah – langkah Inquiry Learning Model
Daftar Isi
“Bagaimana sih alur pembelajaran inquiry diimplementasikan dalam proses pembelajaran?”
Pertanyaan menarik yang perlu kita ulik jawabannya. Coba deh temen-temen cek isi dokumen Capaian Pembelajaran . Model Pembelajaran Inquiry (inkuiri) jadi salah satu yang direkomendasikan.
Perlu temen-temen katahui, kalau langkah-langkah implementasi Inquiry Learning Model (model pembelajaran inkuiri) bisa disesuaikan dengan tingkat kemandirian siswa. Tidak hanya itu, model pembelajaran inkuiri bisa disesuaikan dengan dan kompleksitas topik yang dipelajari. Khusus tentang ini, saya bahas di topik level pembelajaran inkuiri.

Secara umum, ada 5 langkah utama dalam pembelajaran inkuiri, yaitu mulai dari Orientasi, Hipotesis (merumuskan pertanyaan), Investigasi (mengumpulkan data), Analisis (menganalisis data) dan Refleksi (mempresentasikan hasil).
Lima Langkah Utama Model Pembelajaran Ikuiri
1. Orientasi (Mengenalkan Topik dan Memicu Rasa Ingin Tahu)
Guru memperkenalkan topik pembelajaran dan memicu rasa ingin tahu siswa dengan mengajukan pertanyaan, menampilkan fenomena menarik, atau memberikan studi kasus
Dari penjelasan guru, diharapkan siswa dapat tertarik dan bertanya-tanya tentang topik yang dibahas.
Semisal topik yang akan dibahas tentang “Siklus Air”, guru bisa menunjukkan video pendek tentang hujan atau mengajukan pertanyaan seperti, “Mengapa air laut tidak habis meskipun terus menguap?”
2. Merumuskan Pertanyaan atau Hipotesis
Guru membimbing siswa untuk merumuskan pertanyaan atau hipotesis yang akan diinvestigasi. Pertanyaan ini bisa berasal dari siswa atau dirancang bersama.
Siswa mengajukan pertanyaan atau membuat dugaan sementara (hipotesis) berdasarkan pengetahuan awal mereka. Nah disini, siswa bisa disuruh untuk menyampaikan secara verbal atau tulisan.
Misal seperti ini, siswa mungkin bertanya, “Bagaimana awan terbentuk?” atau membuat hipotesis seperti, “Jika air dipanaskan, maka akan berubah menjadi uap.”
3. Mengumpulkan Data (Investigasi/Eksplorasi)
Guru bisa bantu siswa untuk menyediakan sumber informasi. Bisa dari buku, alat eksperimen, akses internet. Guru juga membimbing siswa dalam proses pengumpulan data.
Peran siswa dalam sesi ini bisa berupa aktivitas melakukan eksperimen, observasi, atau penelitian untuk mengumpulkan data yang relevan dengan pertanyaan atau hipotesis mereka.
Misalkan saja siswa melakukan eksperimen sederhana dengan memanaskan air dan mengamati proses penguapan, atau mencari informasi tentang siklus air dari buku atau internet.
4. Menganalisis Data dan Menarik Kesimpulan
Guru membimbing siswa dalam menganalisis data, mengidentifikasi pola, dan menarik kesimpulan.
Kemudian siswa mengolah data yang telah dikumpulkan, melakukan menganalisis, dan menarik kesimpulan berdasarkan temuan mereka.
Misalkan, siswa menyimpulkan bahwa air berubah menjadi uap ketika dipanaskan, dan uap tersebut akan berkondensasi menjadi awan ketika suhu turun.
5. Mempresentasikan Hasil dan Refleksi
Di sesi akhir guru memfasilitasi siswa untuk mempresentasikan hasil investigasi mereka dan membimbing proses refleksi.
Siswanya dapat mempresentasikan temuan mereka kepada teman sekelas, berdiskusi, dan merefleksikan proses belajar yang telah dilalui.
Contoh aktifitasnya, siswa bisa membuat poster atau presentasi singkat tentang siklus air dan membagikan hasilnya kepada teman-teman. Mereka juga merefleksikan apa yang telah dipelajari dan kesulitan yang dihadapi selama proses.
Tips untuk Implementasi di Kelas
Saya harap ini bisa jadi inspirasi, saat temen – temen mengimplementasikan model pembelajaran inkuiri.
1. Mulailah dengan Pertanyaan yang Menarik
Temen – temen bisa mulai dari pertanyaan yang baik. Pertanyaan yang memicu rasa ingin tahu siswa dan mendorong mereka untuk terlibat aktif.
2. Sediakan Sumber Daya yang Memadai
Pastikan siswa saat belajar mendapatkan akses ke alat, bahan, atau sumber informasi yang dibutuhkan.
3. Bimbing Tanpa Mengambil Alih
Tugas temen – temen adalah memberikan bimbingan. Berikan kebebasan kepada siswa untuk bereksplorasi, tetapi tetap siap membantu jika siswa menghadapi kesulitan.
4. Dorong Kolaborasi
Biarkan siswa bekerja dalam kelompok untuk saling berbagi ide dan belajar bersama.
5. Lakukan Refleksi
Disesi akhir, temen – temen bisa ajak siswa untuk merefleksikan proses belajar mereka, termasuk apa yang berhasil dan apa yang perlu ditingkatkan.
Contoh Rancangan Pembelajaran Inquiry Learning
Supaya bisa memberikan gambaran implementasi model pembelajaran inkuiri, saya coba buat contoh rancangan pembelajarannya. Saya ambil contoh dalam pelajaran IPA dengan topik fotosintesis.
1. Orientasi
Guru menunjukkan tanaman yang tumbuh subur dan yang layu, lalu bertanya, “Mengapa tanaman ini tumbuh subur, sedangkan yang ini layu?”
2. Merumuskan Pertanyaan
Siswa merumuskan pertanyaan seperti, “Apa yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh subur?”
3. Mengumpulkan Data
Siswa melakukan eksperimen dengan menanam biji kacang dalam kondisi berbeda (dengan cahaya, tanpa cahaya, dengan air, tanpa air).
4. Menganalisis Data
Siswa mengamati pertumbuhan tanaman dan mencatat hasilnya.
5. Mempresentasikan Hasil
Siswa mempresentasikan temuan mereka dan menyimpulkan bahwa cahaya dan air sangat penting untuk fotosintesis.
Semoga Bermanfaat
Salam Inovasi Salam Implementasi.
wisnurat
Founder of Okeguru.Com. Teacher, Speaker, Writer, Blogger, Education Content Creator and Enterpreneur.
wisnurat
18 Apr 2026
Daftar Isi1 1. Merumuskan Tujuan Belajar yang Jelas dan Terukur2 2. Membuat Kriteria Keberhasilan (Rubrik)3 3. Diferensiasi Pembelajaran (Melayani Beda Kemampuan)4 4. Penilaian Diri untuk Membangun Kesadaran Belajar5 5. Penilaian Teman Sebaya yang Produktif6 6. Memberi Umpan Balik yang Spesifik dan Memotivasi7 7. Menyusun Pertanyaan dari Mudah ke Sulit Bayangkan, saat temen-temen sedang mengajar. Seorang …
wisnurat
18 Apr 2026
Daftar Isi1 Pernahkah temen-temen bertanya-tanya, “Sebenarnya, apa yang terjadi di dalam pikiran siswa ketika mereka belajar?”2 Latarbelakang Masalah3 Empat Tingkatan Berfikir SOLO4 1. Unistructural – Satu Fakta, Satu Ide5 2. Multistructural – Banyak Fakta, Tapi Masih Lepas-Lepas6 3. Relational. Menghubungkan (Di Sinilah Pemahaman Sejati Mulai Terbentuk)7 4. Extended Abstract – Melompat ke Teori Lain (Level …
wisnurat
25 Mar 2026
Daftar Isi1 Kesalahpahaman Penggunaan Lembar Kerja Siswa2 Rubrik Penilaian3 Download LSK dan Rubrik Penilaian Supaya lebih terarah, Lembar Kerja Siswa (LKS) bisa jadi media pembelajaran berbasis proyek. Saya coba rancang LKS PjBL dengan pendekatan manajemen PDCA. Format LKS ini bisa temen-temen gunakan atau bisa juga dikembangkan sesuai kompleksitas proyek yang dilakukan. Kesalahpahaman Penggunaan Lembar Kerja …
wisnurat
24 Mar 2026
Daftar Isi1 Judul Proyek2 Tujuan Pembelajaran3 Tahap PLAN4 Tahap DO5 Tahap CHECK6 Tahap ACT7 Daftar Pustaka Temen-temen okeguru, salah satu sumber proyek yang sangat baik sebenarnya berasal dari masalah nyata di lingkungan sekolah. Misalnya, banyak sekolah memiliki pohon yang rindang tetapi menghasilkan sampah daun yang berserakan setiap hari. Masalah sederhana ini dapat dijadikan proyek pembelajaran …
wisnurat
24 Mar 2026
Daftar Isi1 “Mengintegrasikan PDCA dengan pembelajaran PjBL. Apakah beneran bisa ?”2 Hubungan PjBL dan PDCA3 Daftar Pustaka “Mengintegrasikan PDCA dengan pembelajaran PjBL. Apakah beneran bisa ?” Temen-temen okeguru. Salah satu tantangan dalam menerapkan Project-Based Learning (PjBL) adalah siswa sering kali kebingungan ketika harus merencanakan dan mengelola proyek mereka sendiri. Banyak proyek akhirnya tidak berjalan optimal …
wisnurat
23 Mar 2026
Daftar Isi1 “Siklus PDCA. Apa benar bisa diimplementasikan dalam proses pembelajaran ?”2 1. Tahap Plan (Perencanaan)3 2. Tahap Do (Pelaksanaan)4 3. Tahap Check (Evaluasi)5 4. Tahap Act (Perbaikan)6 Daftar Pustaka “Siklus PDCA. Apa benar bisa diimplementasikan dalam proses pembelajaran ?” Temen-temen okeguru, dalam praktik pembelajaran kita sering menemukan bahwa siswa sebenarnya mampu mengerjakan tugas atau …
28 Mar 2018 231.620 views
Daftar Isi1 “Bagaimana sih alur pembelajaran inquiry diimplementasikan dalam proses pembelajaran?”2 Lima Langkah Utama Model Pembelajaran Ikuiri3 Tips untuk Implementasi di Kelas4 Contoh Rancangan Pembelajaran Inquiry Learning “Bagaimana sih alur pembelajaran inquiry diimplementasikan dalam proses pembelajaran?” Pertanyaan menarik yang perlu kita ulik jawabannya. Coba deh temen-temen cek isi dokumen Capaian Pembelajaran . Model Pembelajaran Inquiry …
02 Jul 2022 58.099 views
Daftar Isi1 Pilihan Cara Merumuskan Tujuan Pembelajaran2 Contoh Rumusan Tujuan Pembelajaran3 Download Format Rumusan TP Di dalam Kurikulum Merdeka. Pemerintah menetapkan Capaian Pembelajaran (CP) sebagai kompetensi yang ditargetkan. Namun demikian, CP tidak cukup konkret untuk memandu kegiatan pembelajaran sehari-hari. CP perlu diurai menjadi tujuan-tujuan pembelajaran yang lebih operasional dan konkret, yang dicapai satu persatu oleh …
28 May 2016 36.303 views
Semangat literasi mengundang ketertarikan saya untuk menikmati buku bacaan baru dan akkirnya berlabuh pada “68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013” yang ditulis Aris Shoimin. Proses belajar mengajar dipengaruhi emosi. Apabila siswa merasa terpaksa mengikuti proses pembelajaran, mereka akan kesulitan memahami materi yang disampaikan guru. Maka dari itu, semestinya guru mampu menciptakan suasana kondusif sehingga …
13 Dec 2021 34.069 views
Daftar Isi1 Sintak Model Pembelajaran Demonstrasi2 Langkah langkah Model Pembelajaran Demonstrasi3 Kelebihan Model Pembelajaran Demonstrasi4 Kekurangan Model Pembelajaran Demonstrasi Model pembelajaran demonstrasi adalah model pembelajaran dengan skenario peragaan. Bisa memperagakan kejadian, urutan akifitas, kejadian atau cara penggunaan alat tertentu. Peragaan bisa dilakukan secara langsung atau dengan menggunakan perantara media pembelajaran. Sintak Model Pembelajaran Demonstrasi Lalu, …
01 Oct 2021 30.814 views
Daftar Isi1 Prinsip Pembelajaran Cooperative Learning2 Sintak Pembelajaran Cooperative Learning3 Langkah – langkah Pembelajaran Cooperative Learning Okeguru.com – Model pembelajaran cooperative learning. Halo teman-teman Okeguru.Kita tahu di dalam kelas terdapat siswa yang bervariatif. Mulai dari latar belakang suku, kebiasaan dan akhirnya membentuk karakter yang unik. Kondisi ini menuntut kita untuk mencari model pembelajaran yang tepat. …






1 Comment
ahmad>
16 November 2019 | 9:10 pmbanyak banget modelnya