Home » MODEL PEMBELAJARAN » SINTAK MODEL PEMBELAJARAN DEMONSTRASI

SINTAK MODEL PEMBELAJARAN DEMONSTRASI

wisnurat 13 Dec 2021 34.098

Model pembelajaran demonstrasi adalah model pembelajaran dengan skenario peragaan. Bisa memperagakan kejadian, urutan akifitas, kejadian atau cara penggunaan alat tertentu. Peragaan bisa dilakukan secara langsung atau dengan menggunakan perantara media pembelajaran.

model pembelajaran demonstrasi

Sintak Model Pembelajaran Demonstrasi

Lalu, gimana sih sintak model pembelajaran demonstrasi di dalam kelas?

Teman – teman.
Ada 6 sintak dalam model pembelajaran demonstrasi, yaitu

  1. Orientasi
  2. Menyaji
  3. Mempersiapkan Alat / Bahan
  4. Demonstasi Siswa
  5. Presentasi Siswa
  6. Kesimpulan

Langkah langkah Model Pembelajaran Demonstrasi

Yuk, kita coba implementasikan di dalam pembelajaran !

Seperti pada sintak model pembelajaran demonstrasi. Ada 6 tahapan sintak.

Orientasi

Fase ini guru memberikan tujuan dari pembelajaran kepada siswa. Tujuannya supaya persepsi siswa dalam kegiatan belajar kedepannya sama. Fase orientasi sangat penting. Di fase ini jadi titik penting untuk menumbuhkan minat siswa. Jika gagal. Maka akan memberikan efek tidak baik pada fase selanjutnya.

Oleh, karena itu. Buatlah pembukaan orientasi yang yang mearik dan menumbuhkan minat siswa.

Menyaji

Guru memberikan gambaran singkat materi. Fase menyaji ini memberikan bekal pengetahuan awal bagi siswa. Penayangan sedikit video ilustrasi atau demo kecil dari guru sudah cukup.

Jika ada petunjuk kegiatan demo yang akan dilakukan. Temen – temen bisa jelaskan. Supaya siswa mendapatkan gambaran kegiatan yang akan dilakukan.

Mempersiapkan Alat / Bahan

Fase ini penting banget. Ketersediaan alat dan bahan yang akan digunakan dalam demonstrasi memiliki andil sangat penting. Siswa dibelajarkan untuk teliti. Mendaftar alat dan bahan yang akan digunakan.

Pastikan teman – teman membantu dengan memberikan daftar ceklis alat dan bahan yang akan digunakan.

Demonstras siswa

Berbekal informasi yang diperoleh sebelumnya dan buku panduan demonstrasi yang disediakan. Siswa sudah bisa mulai melakukan demonstrasi. Pastikan temen-temen mengawasi kegiatan.

Sembari mengawasi kegiatan demonstrasi yang dilakukan siswa, teman – teman bisa melakukan kegiatan penilaian aktifitas.

Kelebihan Model Pembelajaran Demonstrasi

Model pembelajaran ini mempunyai kelebihan, yaitu :

  1. Model ini bisa membantu siswa dalam memahami suatu proses;
  2. Memudahkan dalam berbagai jenis penjelasan yang besifat non-imaginatif; dan
  3. Memberikan perbaikan terhadap metode ceramah dalam pembelajaran, karena menghadirkan onjek kongkrit yang dapat diamati.

Gimana menurut teman – teman ? Masih adakah kelebihan lainnya ?
Tulis di kolom komentar yaa.

Kekurangan Model Pembelajaran Demonstrasi

Selain kelebihan seperti yang saya sebut diatas. Model pembelajaran ini memiliki kekurangan, yaitu :

  1. Tidak semua objek dapat di demonstrasikan. Misalkan untuk mendemonstrasikan gerakan elektron;
  2. Terkadang siswa kesulitan dalam mengamati objek yang di demokan; dan
  3. Jika didemokan oleh guru yang kurang menguasai materi, siswa malah sukar mengerti.

Kira – kira itu kesulitannya.

Gimana menurut teman – teman ? Adakah kesulitan lainnya ?
Yuk, ketik di kolom komentar yaa.

Founder of Okeguru.Com. Teacher, Speaker, Writer, Blogger, Education Content Creator and Enterpreneur.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Penggunaan Taksonomi SOLO dalam Pembelajaran

wisnurat

18 Apr 2026

Daftar Isi1 1. Merumuskan Tujuan Belajar yang Jelas dan Terukur2 2. Membuat Kriteria Keberhasilan (Rubrik)3 3. Diferensiasi Pembelajaran (Melayani Beda Kemampuan)4 4. Penilaian Diri untuk Membangun Kesadaran Belajar5 5. Penilaian Teman Sebaya yang Produktif6 6. Memberi Umpan Balik yang Spesifik dan Memotivasi7 7. Menyusun Pertanyaan dari Mudah ke Sulit Bayangkan, saat temen-temen sedang mengajar. Seorang …

Taxonomi SOLO

wisnurat

18 Apr 2026

Daftar Isi1 Pernahkah temen-temen bertanya-tanya, “Sebenarnya, apa yang terjadi di dalam pikiran siswa ketika mereka belajar?”2 Latarbelakang Masalah3 Empat Tingkatan Berfikir SOLO4 1. Unistructural – Satu Fakta, Satu Ide5 2. Multistructural – Banyak Fakta, Tapi Masih Lepas-Lepas6 3. Relational. Menghubungkan (Di Sinilah Pemahaman Sejati Mulai Terbentuk)7 4. Extended Abstract – Melompat ke Teori Lain (Level …

Lembar Kerja Siswa PjBL

wisnurat

25 Mar 2026

Daftar Isi1 Kesalahpahaman Penggunaan Lembar Kerja Siswa2 Rubrik Penilaian3 Download LSK dan Rubrik Penilaian Supaya lebih terarah, Lembar Kerja Siswa (LKS) bisa jadi media pembelajaran berbasis proyek. Saya coba rancang LKS PjBL dengan pendekatan manajemen PDCA. Format LKS ini bisa temen-temen gunakan atau bisa juga dikembangkan sesuai kompleksitas proyek yang dilakukan. Kesalahpahaman Penggunaan Lembar Kerja …

Perencanaan PjBL Berbasis PDCA. Mengatasi Sampah Daun di Lingkungan Sekolah

wisnurat

24 Mar 2026

Daftar Isi1 Judul Proyek2 Tujuan Pembelajaran3 Tahap PLAN4 Tahap DO5 Tahap CHECK6 Tahap ACT7 Daftar Pustaka Temen-temen okeguru, salah satu sumber proyek yang sangat baik sebenarnya berasal dari masalah nyata di lingkungan sekolah. Misalnya, banyak sekolah memiliki pohon yang rindang tetapi menghasilkan sampah daun yang berserakan setiap hari. Masalah sederhana ini dapat dijadikan proyek pembelajaran …

Integrasi PDCA dalam Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning)

wisnurat

24 Mar 2026

Daftar Isi1 “Mengintegrasikan PDCA dengan pembelajaran PjBL. Apakah beneran bisa ?”2 Hubungan PjBL dan PDCA3 Daftar Pustaka “Mengintegrasikan PDCA dengan pembelajaran PjBL. Apakah beneran bisa ?” Temen-temen okeguru. Salah satu tantangan dalam menerapkan Project-Based Learning (PjBL) adalah siswa sering kali kebingungan ketika harus merencanakan dan mengelola proyek mereka sendiri. Banyak proyek akhirnya tidak berjalan optimal …

Prinsip PDCA dalam Pembelajaran di Jenjang Menengah

wisnurat

23 Mar 2026

Daftar Isi1 “Siklus PDCA. Apa benar bisa diimplementasikan dalam proses pembelajaran ?”2 1. Tahap Plan (Perencanaan)3 2. Tahap Do (Pelaksanaan)4 3. Tahap Check (Evaluasi)5 4. Tahap Act (Perbaikan)6 Daftar Pustaka “Siklus PDCA. Apa benar bisa diimplementasikan dalam proses pembelajaran ?” Temen-temen okeguru, dalam praktik pembelajaran kita sering menemukan bahwa siswa sebenarnya mampu mengerjakan tugas atau …

x
x