Home » MODEL PEMBELAJARAN » SINTAK PEMBELAJARAN TANDUR

SINTAK PEMBELAJARAN TANDUR

wisnurat 24 Dec 2023 2.827

Pembelajaran aktif adalah salah satu pendekatan pembelajaran yang semakin populer di dunia pendidikan. Pembelajaran aktif menekankan pada keterlibatan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan daya ingat siswa terhadap materi pembelajaran.

Salah satu model pembelajaran aktif yang populer adalah model pembelajaran TANDUR. TANDUR merupakan singkatan dari Tumbuhkan, Alami, Namai, Demostrasikan, Ulangi, dan Rayakan.

Model pembelajaran ini terdiri dari enam SINTAK atau langkah yang saling berkaitan dan saling mendukung.

Tumbuhkan

Langkah pertama dalam model pembelajaran TANDUR adalah Tumbuhkan. Pada langkah ini, guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengeksplorasi materi pembelajaran secara mandiri. Guru dapat memberikan pertanyaan, tantangan, atau tugas yang dapat memancing siswa untuk berpikir kritis dan kreatif.

Alami

Langkah kedua adalah Alami. Pada langkah ini, siswa diajak untuk mengalami materi pembelajaran secara langsung. Siswa dapat melakukan praktik, simulasi, atau eksperimen untuk memahami materi pembelajaran secara mendalam.

Namai

Langkah ketiga adalah Namai. Pada langkah ini, siswa diminta untuk memberikan label atau nama terhadap konsep atau keterampilan yang telah mereka pelajari. Hal ini bertujuan untuk membantu siswa untuk mengingat dan memahami materi pembelajaran.

Demostrasikan

Langkah keempat adalah Demostrasikan. Pada langkah ini, siswa diminta untuk mempraktikkan konsep atau keterampilan yang telah mereka pelajari. Hal ini bertujuan untuk membantu siswa untuk menerapkan pengetahuan mereka dalam kehidupan sehari-hari.

Ulangi

Langkah kelima adalah Ulangi. Pada langkah ini, siswa diminta untuk mengulang materi pembelajaran yang telah mereka pelajari. Hal ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran.

Rayakan

Langkah keenam adalah Rayakan. Pada langkah ini, siswa diberikan kesempatan untuk merayakan pencapaian mereka dalam pembelajaran. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan semangat belajar siswa. Sintak pembelajaran TANDUR merupakan model pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan pemahaman dan daya ingat siswa terhadap materi pembelajaran. Model pembelajaran ini juga dapat membantu siswa untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, dan pemecahan masalah.

Berikut ilustrasi contoh penerapan sintak pembelajaran TANDUR dalam pembelajaran:

Tumbuhkan. Guru memberikan pertanyaan kepada siswa tentang apa yang mereka ketahui tentang tumbuhan.

Alami. Siswa melakukan praktik menanam tanaman di sekolah.

Namai. Siswa diminta untuk memberikan nama terhadap bagian-bagian tumbuhan.

Demostrasikan. Siswa diminta untuk mempresentasikan hasil praktik menanam tanaman mereka.

Ulangi. Siswa diminta untuk membuat catatan tentang materi pembelajaran tentang tumbuhan.

Rayakan. Siswa diberikan kesempatan untuk memamerkan hasil praktik menanam tanaman mereka kepada orang tua.

Dengan menerapkan sintak pembelajaran TANDUR, guru dapat menciptakan pembelajaran yang aktif, menyenangkan, dan bermakna bagi siswa.

Semoga Bermanfaat. Salam Inovasi Salam Implementasi.

Founder of Okeguru.Com. Teacher, Speaker, Writer, Blogger, Education Content Creator and Enterpreneur.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Penggunaan Taksonomi SOLO dalam Pembelajaran

wisnurat

18 Apr 2026

Daftar Isi1 1. Merumuskan Tujuan Belajar yang Jelas dan Terukur2 2. Membuat Kriteria Keberhasilan (Rubrik)3 3. Diferensiasi Pembelajaran (Melayani Beda Kemampuan)4 4. Penilaian Diri untuk Membangun Kesadaran Belajar5 5. Penilaian Teman Sebaya yang Produktif6 6. Memberi Umpan Balik yang Spesifik dan Memotivasi7 7. Menyusun Pertanyaan dari Mudah ke Sulit Bayangkan, saat temen-temen sedang mengajar. Seorang …

Taxonomi SOLO

wisnurat

18 Apr 2026

Daftar Isi1 Pernahkah temen-temen bertanya-tanya, “Sebenarnya, apa yang terjadi di dalam pikiran siswa ketika mereka belajar?”2 Latarbelakang Masalah3 Empat Tingkatan Berfikir SOLO4 1. Unistructural – Satu Fakta, Satu Ide5 2. Multistructural – Banyak Fakta, Tapi Masih Lepas-Lepas6 3. Relational. Menghubungkan (Di Sinilah Pemahaman Sejati Mulai Terbentuk)7 4. Extended Abstract – Melompat ke Teori Lain (Level …

Lembar Kerja Siswa PjBL

wisnurat

25 Mar 2026

Daftar Isi1 Kesalahpahaman Penggunaan Lembar Kerja Siswa2 Rubrik Penilaian3 Download LSK dan Rubrik Penilaian Supaya lebih terarah, Lembar Kerja Siswa (LKS) bisa jadi media pembelajaran berbasis proyek. Saya coba rancang LKS PjBL dengan pendekatan manajemen PDCA. Format LKS ini bisa temen-temen gunakan atau bisa juga dikembangkan sesuai kompleksitas proyek yang dilakukan. Kesalahpahaman Penggunaan Lembar Kerja …

Perencanaan PjBL Berbasis PDCA. Mengatasi Sampah Daun di Lingkungan Sekolah

wisnurat

24 Mar 2026

Daftar Isi1 Judul Proyek2 Tujuan Pembelajaran3 Tahap PLAN4 Tahap DO5 Tahap CHECK6 Tahap ACT7 Daftar Pustaka Temen-temen okeguru, salah satu sumber proyek yang sangat baik sebenarnya berasal dari masalah nyata di lingkungan sekolah. Misalnya, banyak sekolah memiliki pohon yang rindang tetapi menghasilkan sampah daun yang berserakan setiap hari. Masalah sederhana ini dapat dijadikan proyek pembelajaran …

Integrasi PDCA dalam Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning)

wisnurat

24 Mar 2026

Daftar Isi1 “Mengintegrasikan PDCA dengan pembelajaran PjBL. Apakah beneran bisa ?”2 Hubungan PjBL dan PDCA3 Daftar Pustaka “Mengintegrasikan PDCA dengan pembelajaran PjBL. Apakah beneran bisa ?” Temen-temen okeguru. Salah satu tantangan dalam menerapkan Project-Based Learning (PjBL) adalah siswa sering kali kebingungan ketika harus merencanakan dan mengelola proyek mereka sendiri. Banyak proyek akhirnya tidak berjalan optimal …

Prinsip PDCA dalam Pembelajaran di Jenjang Menengah

wisnurat

23 Mar 2026

Daftar Isi1 “Siklus PDCA. Apa benar bisa diimplementasikan dalam proses pembelajaran ?”2 1. Tahap Plan (Perencanaan)3 2. Tahap Do (Pelaksanaan)4 3. Tahap Check (Evaluasi)5 4. Tahap Act (Perbaikan)6 Daftar Pustaka “Siklus PDCA. Apa benar bisa diimplementasikan dalam proses pembelajaran ?” Temen-temen okeguru, dalam praktik pembelajaran kita sering menemukan bahwa siswa sebenarnya mampu mengerjakan tugas atau …

x
x