Model Pembelajaran Artikulasi
Home » MODEL PEMBELAJARAN » ARTICULATION LEARNING MODEL

ARTICULATION LEARNING MODEL

wisnurat 14 Jan 2023 2.061

Sebelum saya bahas tentang Articulation Learning Model. Saya ingin awali dulu dengan cerita.

Lihay banget. Gak perlu waktu lama buat menambal ban. Saya memperhatikan tukang tambal ban yang sedang menambal ban belakang motor saya.

“Cepet banget bang tambalnya.” tanya saya.

“Iya A, karena udah biasa dan sering nambal ban.” jawab si abang tukang tambal ban.

“Udah lama jadi tukang tambal ban?” penasaran saya lagi.

“Baru satu tahun A”. jawab si abang sambil mengisi angin ban belakang motor saya.

Dari obrolan itu, ada pesan yang bisa diambil hikmahnya. Sesuatu yang dikerjakan berulang kali, bisa meningkatkan kompetensi. Seperti si abang tukang tambal ban. Dia bisa dengan cepat dan piawai dalam menambal ban.

Pembelajaran Articulation Learning

Pengalaman tadi memanggil memori saya ketika melakukan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Articulation Learning.

Sebetulnya model ini membelajarkan siswa untuk melakukan refleksi secara mandiri. Refleksi terhadap kegiatan yang pernah mereka lakukan. Tapi dilakukan secara verbal.

Refleksi membawa mereka pada proses pengulangan pengalaman belajar. Aktivitas belajar yang sudah dilakukan, direview ulang bersama temannya.

Implementasi Model Pembelajaran

Articlation learning model sangat mudah diimplementasikan. Saat itu saya meyampaikan topik tentang Hukum Ohm pada pembelajaran Elektronika Dasar. Disingkat Eldas.

Tujuan pembelajarannya, supaya siswa bisa mengimplemntasikan hukum ohm pada rangkaian elektronika sederhana.

Saya akan ceritakan langkah – langkah implementasinya :

Pertama

Saya menyampaikan sedikit cerita manfaat hukum ohm dalam implementasi di kehidupan sehari – hari. Kemudian di akhiri dengan menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai.

Itu saya lakukan sebagai pembukaan pembelajaran.

Kedua

Selanjutnya. Seperti biasa saya sampaikan materi tentang Hukum Ohm. Disertai berbagai contoh soal dan implemantasi pada rangkaian elektronika sederhana.

Materi ini akan sulit kalau siswa harus mempelajari sendiri. Sehingga peran guru jadi penting untuk mengantarkan pehaman konsep Hukum Ohm. Tidak sekedar itu. Ilustrasi dalam implementasinya jadi kunci utama untuk menghubungkan konsep dengan penerapan pada perhitunan arus, tenganan dan hambatan rangkaian.

Ketiga

Tentunya setelah materi pelajaran disampaikan, perlu dilakukan penguatan. Nah, disini saya menggunakan permainan bermain peran.

Siswa dibagi menjadi dua kelompok. Satu kelompok berperan sebagai yang mewawancara dan kelompok satunya lagi yang diwawancara.

Materi wawancaranya mengenai isi topik pembelajaran yang sudah dibahas, yaitu tentang Hukum Ohm.

Sesi pertama. Saya berikan waktu selama 10 menit untuk mendapatkan pasangan dan melakukan wawancara.

Kegiatan wawacara, boleh dilakukan di dalam kelas dan juga di luar kelas. Tapi untuk yang diluar kelas, maksimum radiusnya 10m dari pintu kelas. Ini untuk mempermudah saya aja saat melakukan pengamatan. Supaya tidak terlalu jauh.

Sesi kedua. Siswa kembali kedalam kelas.

Nah sekarang di balik. Siswa yang semula mewawancara, berganti peran menjadi yang diwawancara. Begitu juga sebaliknya. Dengan durasi yang sama (10 menit), siswa melakukan perannya lagi.

Sambil siswa melakukan aktivitasnya. Saya melakukan penilaian dengan menggunakan rubrik yang sudah disediakan.

Keempat

Setelah bermain peran. Saya tanya kesan siswa saat belajar dengan model ini. Sebagian besar menyatakan menyenangkan dan jadi mudah untuk memahami materi pelajaran.

Salah satu siswa, bahkan ada yang bilang seneng banget. Karena jarang – jarang belajarnya di luar kelas.

Kelima

Untuk mengukur penguasaan materi, saya berikan 5 pertanyaan tentang Hukum Ohm. Saya menggunakan kuis online. Sebelumnya sudah saya siapkan di Moodle Learning Managemen Sistem (LMS).

Lebih enak sih evaluasi pake LMS. Hasilnya bisa langsung diamati.

Rubrik Pembelajaran

Kegiatan wawancara siswa perlu dinilai. Karena itu saya buat rubrik untuk penilaian aktivitasnya. Rubriknya seperti ini:

NoNama Siswa1234Jumlah Kriteria yang Teramati
1Adi DarmawanVVVV4
2Adnan SaefullohVVV3
3Afgani MaulanaVV2
4Agnes Dirgantini HakimVV2

Kriteria :
4 = Mendominasai pembicaaran saat melakukan wawancara atau menjawab
3 = Membuat catatan hasil wawancara.
2 = Memiliki catatan pertanyaan.
1 = Memberikan lebih dari 5 pertanyaan

Cara menggunakannya. Cukup memberikan tanda cek list pada kolom angkan di tabel. Misalkan salah seolang siswa (Adi Darmawan). Ternyata ke-4 kriterianya muncul. Maka kolom 1, 2, 3 dan 4 di cek list.

Kolom jumlah diisi dengan banyaknya kriteria yang muncul saat diamati.

Penilaian

Saya mendapatkan dua hasil penilaian dari kegiatan ini. Pertama nilai keterampilan yang saya amati berdasarkan rubrik. Penilaian kedua aspek pengetahuan yang saya ukur menggunakan kuis online melalui LMS.

Foto Kegiatan

Sedikit aktifitas siswa sempat saya dokumentasikan. Lokasi di Jurusan Teknik Elektronika Daya Komunikasi (TEDK), SMKN 1 Cimahi

Akhir Kata

Semoga tulisan ini bermanfaat dan juga bisa menginspirasi temen – temen guru.

Salam Inovasi Salam Impelentasi

Founder of Okeguru.Com. Teacher, Speaker, Writer, Blogger, Education Content Creator and Enterpreneur.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Lembar Kerja Siswa PjBL

wisnurat

25 Mar 2026

Daftar Isi1 Kesalahpahaman Penggunaan Lembar Kerja Siswa2 Rubrik Penilaian3 Download LSK dan Rubrik Penilaian Supaya lebih terarah, Lembar Kerja Siswa (LKS) bisa jadi media pembelajaran berbasis proyek. Saya coba rancang LKS PjBL dengan pendekatan manajemen PDCA. Format LKS ini bisa temen-temen gunakan atau bisa juga dikembangkan sesuai kompleksitas proyek yang dilakukan. Kesalahpahaman Penggunaan Lembar Kerja …

Perencanaan PjBL Berbasis PDCA. Mengatasi Sampah Daun di Lingkungan Sekolah

wisnurat

24 Mar 2026

Daftar Isi1 Judul Proyek2 Tujuan Pembelajaran3 Tahap PLAN4 Tahap DO5 Tahap CHECK6 Tahap ACT7 Daftar Pustaka Temen-temen okeguru, salah satu sumber proyek yang sangat baik sebenarnya berasal dari masalah nyata di lingkungan sekolah. Misalnya, banyak sekolah memiliki pohon yang rindang tetapi menghasilkan sampah daun yang berserakan setiap hari. Masalah sederhana ini dapat dijadikan proyek pembelajaran …

Integrasi PDCA dalam Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning)

wisnurat

24 Mar 2026

Daftar Isi1 “Mengintegrasikan PDCA dengan pembelajaran PjBL. Apakah beneran bisa ?”2 Hubungan PjBL dan PDCA3 Daftar Pustaka “Mengintegrasikan PDCA dengan pembelajaran PjBL. Apakah beneran bisa ?” Temen-temen okeguru. Salah satu tantangan dalam menerapkan Project-Based Learning (PjBL) adalah siswa sering kali kebingungan ketika harus merencanakan dan mengelola proyek mereka sendiri. Banyak proyek akhirnya tidak berjalan optimal …

Prinsip PDCA dalam Pembelajaran di Jenjang Menengah

wisnurat

23 Mar 2026

Daftar Isi1 “Siklus PDCA. Apa benar bisa diimplementasikan dalam proses pembelajaran ?”2 1. Tahap Plan (Perencanaan)3 2. Tahap Do (Pelaksanaan)4 3. Tahap Check (Evaluasi)5 4. Tahap Act (Perbaikan)6 Daftar Pustaka “Siklus PDCA. Apa benar bisa diimplementasikan dalam proses pembelajaran ?” Temen-temen okeguru, dalam praktik pembelajaran kita sering menemukan bahwa siswa sebenarnya mampu mengerjakan tugas atau …

Desain Learning Log Berbasis Taksonomi SOLO

wisnurat

12 Aug 2025

Daftar Isi1 Cara Membuat Learning Log2 Manfaat untuk Guru dan Siswa3 Contoh Learning Log Temen-temen okeguru, learning log itu ibarat “buku catatan perjalanan belajar” siswa. Nah, Taksonomi SOLO bisa dipakai sebagai kerangka untuk menyusunnya, supaya siswa tidak hanya mencatat apa yang mereka lakukan, tapi juga mengukur sejauh mana tingkat pemahaman mereka berkembang. Learning log yang …

3 Metode Atasi Brainrot

wisnurat

16 Mar 2025

Daftar Isi1 Fenomena Brain Rot dan Penggunaan Gadget yang Berlebihan2 Project-Based Learning (PBL) sebagai Solusi3 Gamifikasi dalam Pembelajaran4 Metode Pomodoro untuk Meningkatkan Fokus5 Integrasi Ketiga Metode untuk Mengatasi Brain Rot6 Referensi Tulisan sebelumnya pernah saya posting masalah Brain rot di kalangan siswa. Akibat terpapar penggunaan gadget terlalu sering. Fenomena ini sudah masiv terjadi. Tidak cukup …

x
x