Home » ARTIKEL » Siapa Guru Itu ?

Siapa Guru Itu ?

wisnurat 29 Aug 2024 925

Ketika kita berbicara tentang guru, peran yang muncul di benak kita seringkali lebih dari sekadar pendidik. Guru adalah pembimbing, fasilitator, inspirator, bahkan orang tua kedua bagi anak-anak di sekolah.

Apa definisi dan tugas sebenarnya menurut regulasi yang berlaku? Mari kita mulai dengan dasar hukum yang mengatur profesi guru di Indonesia.

Definisi

Menurut Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, bahwa guru didefinisikan sebagai pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Definisi ini menekankan bahwa tidak hanya sekadar “mengajar”, tetapi juga melibatkan banyak aspek lain dalam pengembangan peserta didik.

Tugas

Selanjutnya, Permendikbud Nomor 15 Tahun 2018 tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah mengatur lebih detail mengenai beban kerja dan tugas harus dilaksanakan. Permendikbud Nomor 15 Tahun 2018, menjelaskan rincian tugasnya, yaitu:

1.Merencanakan Pembelajaran atau Pembimbingan

Guru memiliki tugas menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), Modul Ajar atau rencana pelaksanaan pembimbingan (RPB) yang memuat tujuan pembelajaran, langkah-langkah kegiatan, serta penilaian hasil belajar.

2.Melaksanakan Pembelajaran atau Pembimbingan

Tugas ini mencakup aktivitas mengajar di kelas, memberikan bimbingan kepada peserta didik, dan memastikan proses pembelajaran berjalan efektif dan efisien.

3.Menilai dan Mengevaluasi Hasil Pembelajaran atau Pembimbingan

Guru harus mampu mengukur dan menilai capaian belajar peserta didik, baik melalui evaluasi harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, maupun penilaian akhir tahun.

4.Membimbing dan Melatih Peserta Didik

Guru juga berperan sebagai pembimbing dan pelatih untuk mengembangkan potensi peserta didik sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuan mereka.

5. Melaksanakan Tugas Tambahan yang Relevan

Tugas tambahan ini bisa berupa menjadi wali kelas, pembina ekstrakurikuler, atau tugas lain yang relevan dengan fungsi sekolah.

Dari berbagai regulasi di atas, bisa dilihat bahwa tugasnya jauh lebih kompleks daripada sekadar mengajar di depan kelas. Harus mampu menjadi fasilitator, mentor, dan model yang baik bagi peserta didik.

Oleh karena itu, pemahaman mendalam tentang definisi dan tugas guru ini jadi sangat penting untuk semua pihak. Dengan begitu, kita semua bisa bekerja sama untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih baik dan mendukung perkembangan generasi masa depan.

Semoga informasi ini bermanfaat. Salam Inovasi Salam Implementasi.

Tags :

Founder of Okeguru.Com. Teacher, Speaker, Writer, Blogger, Education Content Creator and Enterpreneur.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Diferensiasi Pembelajaran Berbasis Taksonomi SOLO

wisnurat

07 Jun 2026

Daftar Isi1 Pendahuluan2 Memahami Diferensiasi Pembelajaran3 Taksonomi SOLO sebagai Alat Memetakan Kesiapan Belajar4 Mengapa SOLO Relevan untuk Diferensiasi?5 Diferensiasi Berdasarkan Level SOLO6 Diferensiasi Pertanyaan Menggunakan SOLO7 SOLO dan Assessment for Learning8 SOLO, Zona Perkembangan, dan Tantangan Belajar9 Tantangan dalam Implementasi Diferensiasi Berbasis SOLO10 Implikasi bagi Praktik Pembelajaran11 Penutup12 Daftar Pustaka Pendahuluan Salah satu tantangan utama …

Mengubah Rubrik Penilaian Menjadi Rubrik Berbasis Taksonomi SOLO

wisnurat

07 Jun 2026

Daftar Isi1 Pendahuluan2 Keterbatasan Rubrik Penilaian Tradisional3 Taksonomi SOLO sebagai Dasar Pengembangan Rubrik4 Karakteristik Rubrik Berbasis SOLO5 Contoh Pengembangan Rubrik SOLO6 Rubrik SOLO dan Assessment for Learning7 Rubrik SOLO dan Pengembangan Growth Mindset8 Tantangan dalam Implementasi Rubrik SOLO9 Implikasi bagi Praktik Pembelajaran10 Penutup11 Daftar Pustaka Pendahuluan Rubrik merupakan salah satu instrumen penilaian yang banyak digunakan …

Membangun Budaya Belajar Berbasis SOLO di Kelas

wisnurat

07 Jun 2026

Daftar Isi1 Ketika Belajar Hanya Berorientasi pada Nilai2 SOLO Sebagai Bahasa Belajar3 Seperti Apa Budaya Belajar Berbasis SOLO?4 Dari Self Assessment Menuju Kesadaran Belajar5 Ketika Rubrik, Pertanyaan, dan Diferensiasi Saling Terhubung6 Tanda-Tanda Budaya SOLO Mulai Tumbuh7 Membangun Budaya Membutuhkan Waktu8 Penutup Selama beberapa tahun terakhir, Taksonomi SOLO semakin dikenal di kalangan guru. Banyak pendidik mulai …

Mengidentifikasi Level SOLO Siswa dalam 5 Menit

wisnurat

06 Jun 2026

Daftar Isi1 Pendahuluan2 Mengapa Guru Perlu Mengidentifikasi Level SOLO?3 Lima Level dalam Taksonomi SOLO4 Mengidentifikasi Level SOLO dalam 5 Menit5 Mengapa Identifikasi Cepat Ini Penting?6 Tantangan dalam Mengidentifikasi Level SOLO7 Implikasi bagi Pembelajaran8 Penutup9 Daftar Pustaka Pendahuluan Salah satu tantangan yang sering dihadapi guru dalam pembelajaran adalah memahami kualitas pemahaman siswa secara cepat dan akurat. …

Taksonomi SOLO sebagai Peta Perjalanan Belajar

wisnurat

06 Jun 2026

Daftar Isi1 Pendahuluan2 Memahami Taksonomi SOLO3 SOLO sebagai Peta Perjalanan Belajar4 Lima Tahap Perjalanan Belajar dalam Taksonomi SOLO5 Mengapa Siswa Perlu Mengenal Posisi Belajarnya?6 SOLO dan Assessment for Learning7 Implikasi bagi Praktik Pembelajaran8 Penutup9 Daftar Pustaka Pendahuluan Dalam praktik pembelajaran, guru sering menghadapi situasi yang menarik. Setelah menjelaskan suatu materi, guru bertanya kepada siswa: “Apakah …

Self Assessment Siswa Menggunakan Taksonomi SOLO

wisnurat

06 Jun 2026

Daftar Isi1 Pendahuluan2 Self Assessment dalam Perspektif Pembelajaran Modern3 Taksonomi SOLO sebagai Kerangka Refleksi Belajar4 Mengenalkan Bahasa SOLO kepada Siswa5 SOLO dan Pengembangan Metakognisi6 Praktik Self Assessment Berbasis SOLO di Kelas7 Dari Assessment of Learning Menuju Assessment as Learning8 Tantangan dalam Implementasi Self Assessment SOLO9 Implikasi bagi Pembelajaran10 Penutup11 Daftar Pustaka Pendahuluan Dalam praktik pendidikan …

x
x