Home » MODEL PEMBELAJARAN » Empat Level Inquiry Learning

Empat Level Inquiry Learning

wisnurat 09 Mar 2025 2.591

Haloo rekan-rekan okeguru! Menurut Banchi & Bell (2008), Inquiry Learning dapat dibagi menjadi empat level:

  1. Confirmation Inquiry. Siswa diberikan pertanyaan dan prosedur untuk menemukan jawaban yang sudah diketahui.
  2. Structured Inquiry. Siswa diberikan pertanyaan dan prosedur, tetapi jawabannya belum diketahui.
  3. Guided Inquiry. Siswa diberikan pertanyaan, tetapi mereka merancang prosedur investigasi sendiri.
  4. Open Inquiry. Siswa merumuskan pertanyaan, merancang prosedur, dan menemukan jawaban secara mandiri.

Adakah perbedaannya ?

Tentu saja!

Keempat level Inquiry Learning yang terdiri dari Confirmation InquiryStructured InquiryGuided Inquiry, dan Open Inquiry memiliki perbedaan dalam hal tingkat kemandirian siswa, kompleksitas pertanyaan, dan peran guru dalam proses pembelajaran. Mari kita bahas satu per satu:

Confirmation Inquiry (Inkuiri Konfirmasi)

  1. Tingkat Kemandirian Siswa: Rendah.
  2. Peran Guru: Guru memberikan pertanyaan, prosedur, dan hasil yang sudah diketahui.
  3. Proses: Siswa mengikuti langkah-langkah yang telah ditentukan untuk mengkonfirmasi suatu konsep atau prinsip yang sudah diajarkan.
  4. Contoh: Guru memberikan pertanyaan, “Apa yang terjadi jika kita mencampur cuka dan soda kue?” Siswa mengikuti prosedur yang diberikan dan mengamati reaksi yang sudah diprediksi (gelembung gas).
  5. Tujuan: Memahami konsep dasar dan melatih keterampilan prosedural.

Structured Inquiry (Inkuiri Terstruktur)

  1. Tingkat Kemandirian Siswa: Sedang.
  2. Peran Guru: Guru memberikan pertanyaan dan prosedur, tetapi hasilnya belum diketahui siswa.
  3. Proses: Siswa mengikuti prosedur yang diberikan untuk menemukan jawaban yang belum mereka ketahui sebelumnya.
  4. Contoh: Guru bertanya, “Bagaimana pengaruh suhu terhadap laju penguapan air?” Siswa mengikuti prosedur eksperimen yang diberikan, tetapi mereka belum tahu hasilnya.
  5. Tujuan: Mengembangkan keterampilan investigasi dan analisis data.

Guided Inquiry (Inkuiri Terbimbing)

  1. Tingkat Kemandirian Siswa: Tinggi.
  2. Peran Guru: Guru memberikan pertanyaan, tetapi siswa merancang prosedur investigasi sendiri.
  3. Proses: Siswa merancang langkah-langkah untuk menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru.
  4. Contoh: Guru bertanya, “Faktor apa saja yang memengaruhi pertumbuhan tanaman?” Siswa merancang eksperimen sendiri, seperti memvariasikan jumlah air, cahaya, atau jenis tanah.
  5. Tujuan: Melatih kreativitas, perencanaan, dan pemecahan masalah.

Open Inquiry (Inkuiri Terbuka)

  1. Tingkat Kemandirian Siswa: Sangat tinggi.
  2. Peran Guru: Guru hanya sebagai fasilitator; siswa menentukan pertanyaan, prosedur, dan analisis sendiri.
  3. Proses: Siswa merumuskan pertanyaan mereka sendiri, merancang investigasi, dan menarik kesimpulan.
  4. Contoh: Siswa memilih topik yang menarik bagi mereka, seperti “Mengapa langit berwarna biru?” atau “Bagaimana cara kerja baterai?” Mereka merancang eksperimen, mengumpulkan data, dan menyajikan hasilnya.
  5. Tujuan: Mengembangkan kemandirian, keterampilan penelitian, dan berpikir kritis.

Perbandingan Singkat

LevelPertanyaanProsedurHasilTingkat Kemandirian
Confirmation InquiryDiberikan guruDiberikan guruDiketahui siswaRendah
Structured InquiryDiberikan guruDiberikan guruTidak diketahuiSedang
Guided InquiryDiberikan guruDirancang siswaTidak diketahuiTinggi
Open InquiryDirancang siswaDirancang siswaTidak diketahuiSangat tinggi

Kapan Menggunakan Masing-masing Level?

  1. Confirmation Inquiry
    Cocok untuk memperkenalkan konsep dasar atau melatih keterampilan prosedural.
  2. Structured Inquiry
    Ideal untuk melatih siswa dalam mengumpulkan dan menganalisis data.
  3. Guided Inquiry
    Bagus untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan merancang investigasi.
  4. Open Inquiry
    Sesuai untuk siswa yang sudah berpengalaman dan siap mengambil tanggung jawab penuh atas pembelajaran mereka.

Memilih level Inquiry Learning yang tepat sangat penting. Mulailah dengan level yang lebih terstruktur (Confirmation atau Structured Inquiry) untuk siswa yang masih baru, kemudian secara bertahap naik ke level yang lebih mandiri (Guided atau Open Inquiry) seiring dengan meningkatnya keterampilan dan kepercayaan diri siswa.

Dengan memahami perbedaan masing-masing level, kita bisa lebih efektif dalam merancang pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa. Jadi, level mana yang sudah Anda coba di kelas? Mari berbagi pengalaman!

Salam Inovasi Salam Implementasi

Referensi

Banchi, H., & Bell, R. (2008). The many levels of inquiry. Science and Children, 46(2), 26-29.

National Research Council. (2000). Inquiry and the National Science Education Standards: A Guide for Teaching and Learning. Washington, DC: National Academy Press.


Founder of Okeguru.Com. Teacher, Speaker, Writer, Blogger, Education Content Creator and Enterpreneur.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Penggunaan Taksonomi SOLO dalam Pembelajaran

wisnurat

18 Apr 2026

Daftar Isi1 1. Merumuskan Tujuan Belajar yang Jelas dan Terukur2 2. Membuat Kriteria Keberhasilan (Rubrik)3 3. Diferensiasi Pembelajaran (Melayani Beda Kemampuan)4 4. Penilaian Diri untuk Membangun Kesadaran Belajar5 5. Penilaian Teman Sebaya yang Produktif6 6. Memberi Umpan Balik yang Spesifik dan Memotivasi7 7. Menyusun Pertanyaan dari Mudah ke Sulit Bayangkan, saat temen-temen sedang mengajar. Seorang …

Taxonomi SOLO

wisnurat

18 Apr 2026

Daftar Isi1 Pernahkah temen-temen bertanya-tanya, “Sebenarnya, apa yang terjadi di dalam pikiran siswa ketika mereka belajar?”2 Latarbelakang Masalah3 Empat Tingkatan Berfikir SOLO4 1. Unistructural – Satu Fakta, Satu Ide5 2. Multistructural – Banyak Fakta, Tapi Masih Lepas-Lepas6 3. Relational. Menghubungkan (Di Sinilah Pemahaman Sejati Mulai Terbentuk)7 4. Extended Abstract – Melompat ke Teori Lain (Level …

Lembar Kerja Siswa PjBL

wisnurat

25 Mar 2026

Daftar Isi1 Kesalahpahaman Penggunaan Lembar Kerja Siswa2 Rubrik Penilaian3 Download LSK dan Rubrik Penilaian Supaya lebih terarah, Lembar Kerja Siswa (LKS) bisa jadi media pembelajaran berbasis proyek. Saya coba rancang LKS PjBL dengan pendekatan manajemen PDCA. Format LKS ini bisa temen-temen gunakan atau bisa juga dikembangkan sesuai kompleksitas proyek yang dilakukan. Kesalahpahaman Penggunaan Lembar Kerja …

Perencanaan PjBL Berbasis PDCA. Mengatasi Sampah Daun di Lingkungan Sekolah

wisnurat

24 Mar 2026

Daftar Isi1 Judul Proyek2 Tujuan Pembelajaran3 Tahap PLAN4 Tahap DO5 Tahap CHECK6 Tahap ACT7 Daftar Pustaka Temen-temen okeguru, salah satu sumber proyek yang sangat baik sebenarnya berasal dari masalah nyata di lingkungan sekolah. Misalnya, banyak sekolah memiliki pohon yang rindang tetapi menghasilkan sampah daun yang berserakan setiap hari. Masalah sederhana ini dapat dijadikan proyek pembelajaran …

Integrasi PDCA dalam Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning)

wisnurat

24 Mar 2026

Daftar Isi1 “Mengintegrasikan PDCA dengan pembelajaran PjBL. Apakah beneran bisa ?”2 Hubungan PjBL dan PDCA3 Daftar Pustaka “Mengintegrasikan PDCA dengan pembelajaran PjBL. Apakah beneran bisa ?” Temen-temen okeguru. Salah satu tantangan dalam menerapkan Project-Based Learning (PjBL) adalah siswa sering kali kebingungan ketika harus merencanakan dan mengelola proyek mereka sendiri. Banyak proyek akhirnya tidak berjalan optimal …

Prinsip PDCA dalam Pembelajaran di Jenjang Menengah

wisnurat

23 Mar 2026

Daftar Isi1 “Siklus PDCA. Apa benar bisa diimplementasikan dalam proses pembelajaran ?”2 1. Tahap Plan (Perencanaan)3 2. Tahap Do (Pelaksanaan)4 3. Tahap Check (Evaluasi)5 4. Tahap Act (Perbaikan)6 Daftar Pustaka “Siklus PDCA. Apa benar bisa diimplementasikan dalam proses pembelajaran ?” Temen-temen okeguru, dalam praktik pembelajaran kita sering menemukan bahwa siswa sebenarnya mampu mengerjakan tugas atau …

x
x