- MODEL PEMBELAJARANPenggunaan Taksonomi SOLO dalam Pembelajaran
- MODEL PEMBELAJARANTaxonomi SOLO
- MODEL PEMBELAJARANLembar Kerja Siswa PjBL
- MODEL PEMBELAJARANPerencanaan PjBL Berbasis PDCA. Mengatasi Sampah Daun di Lingkungan Sekolah
- MODEL PEMBELAJARANIntegrasi PDCA dalam Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning)
- MODEL PEMBELAJARANPrinsip PDCA dalam Pembelajaran di Jenjang Menengah
- MEDIA PEMBELAJARANDesain Learning Log Berbasis Taksonomi SOLO
- METODE PEMBELAJARANLevel Berpikir Siswa ala Taksonomi SOLO – Panduan Ringkas untuk Temen-Temen Okeguru
- METODE PEMBELAJARAN3 Metode Atasi Brainrot
- METODE PEMBELAJARANGamifikasi Pembelajaran
Inquiry Learning Model
Daftar Isi
- 1 “Halo, rekan-rekan okeguru! Pernahkah Anda merasa bahwa pembelajaran di kelas akan lebih bermakna jika siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga aktif mengeksplorasi dan menemukan pengetahuan sendiri?”
- 2 Tokoh di Balik Inquiry Learning
- 3 Apa Itu Inquiry Learning?
- 4 Konsep Umum Inquiry Learning
- 5 Manfaat Inquiry Learning bagi Siswa
- 6 Contoh Penerapan Inquiry Learning di Kelas
- 7 Refleksi untuk Rekan Guru
- 8 Referensi
“Halo, rekan-rekan okeguru! Pernahkah Anda merasa bahwa pembelajaran di kelas akan lebih bermakna jika siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga aktif mengeksplorasi dan menemukan pengetahuan sendiri?”
Nah, inilah inti dari Inquiry Learning, sebuah model pembelajaran yang mengajak siswa untuk menjadi “penjelajah pengetahuan”. Mari kita bahas lebih dalam tentang model ini, mulai dari tokoh yang mengembangkannya, konsep dasarnya, hingga manfaatnya bagi siswa.
Tokoh di Balik Inquiry Learning
Model pembelajaran ini tidak muncul begitu saja. Salah satu tokoh pendidikan yang sangat berpengaruh dalam pengembangannya adalah John Dewey.
Dewey, seorang filsuf dan pendidik asal Amerika Serikat, percaya bahwa pembelajaran seharusnya bersifat aktif dan berbasis pengalaman. Menurutnya, siswa belajar paling efektif ketika mereka terlibat langsung dalam proses penemuan pengetahuan, bukan hanya mendengarkan ceramah dari guru.
Selain Dewey, tokoh lain seperti Jerome Bruner juga memberikan kontribusi besar. Bruner menekankan pentingnya discovery learning, di mana siswa diajak untuk menemukan konsep-konsep melalui eksplorasi dan investigasi. Kedua tokoh ini menjadi fondasi filosofis dari Inquiry Learning yang kita kenal hari ini.
Apa Itu Inquiry Learning?
Secara sederhana, Inquiry Learning adalah model pembelajaran yang menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam proses belajar. Siswa diajak untuk mengajukan pertanyaan, mencari jawaban, dan mengkonstruksi pengetahuan mereka sendiri melalui proses investigasi. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing siswa, bukan sebagai sumber informasi utama.
Menurut Banchi & Bell (2008), Inquiry Learning dapat dibagi menjadi empat level:
1. Confirmation Inquiry.
Siswa diberikan pertanyaan dan prosedur untuk menemukan jawaban yang sudah diketahui.
2. Structured Inquiry.
Siswa diberikan pertanyaan dan prosedur, tetapi jawabannya belum diketahui.
3. Guided Inquiry.
Siswa diberikan pertanyaan, tetapi mereka merancang prosedur investigasi sendiri.
4. Open Inquiry.
Siswa merumuskan pertanyaan, merancang prosedur, dan menemukan jawaban secara mandiri.
Konsep Umum Inquiry Learning
Inquiry Learning memiliki beberapa prinsip dasar yang membedakannya dari model pembelajaran tradisional:
1. Berpusat pada Siswa.
Siswa menjadi aktor utama dalam proses belajar.
2. Berbasis Pertanyaan.
Pembelajaran dimulai dengan pertanyaan atau masalah yang memicu rasa ingin tahu.
3. Proses Investigasi.
Siswa melakukan eksperimen, observasi, atau penelitian untuk menemukan jawaban.
4. Kolaborasi.
Siswa bekerja sama dalam kelompok untuk berdiskusi dan berbagi ide.
5. Refleksi.
Siswa diajak untuk merefleksikan proses dan hasil belajar mereka.
Manfaat Inquiry Learning bagi Siswa
Model pembelajaran ini tidak hanya membuat siswa lebih aktif, tetapi juga memberikan banyak manfaat lain, di antaranya:
1. Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis.
Siswa belajar untuk menganalisis informasi, mengevaluasi bukti, dan menarik kesimpulan.
2. Mengembangkan Kreativitas.
Proses investigasi mendorong siswa untuk berpikir out-of-the-box.
3. Meningkatkan Pemahaman Konseptual.
Dengan menemukan pengetahuan sendiri, siswa memahami konsep secara lebih mendalam.
4. Membangun Kemandirian.
Siswa belajar untuk mengambil inisiatif dan bertanggung jawab atas proses belajar mereka.
5. Meningkatkan Keterampilan Sosial.
Kolaborasi dalam kelompok membantu siswa belajar berkomunikasi dan bekerja sama.
Contoh Penerapan Inquiry Learning di Kelas
Misalnya, dalam pelajaran IPA tentang “Siklus Air”, guru bisa memulai dengan pertanyaan seperti, “Bagaimana air bisa sampai ke awan?” Siswa kemudian diajak untuk merancang eksperimen sederhana, seperti mengamati penguapan air dalam wadah tertutup. Melalui proses ini, siswa tidak hanya memahami konsep siklus air, tetapi juga mengembangkan keterampilan investigasi dan analisis.
Refleksi untuk Rekan Guru
Sebagai guru, menerapkan Inquiry Learning memang membutuhkan persiapan ekstra. Kita harus merancang pertanyaan yang tepat, menyediakan sumber daya, dan membimbing siswa tanpa mengambil alih proses belajar mereka. Namun, hasilnya sangat worth it! Siswa menjadi lebih antusias, mandiri, dan mampu berpikir kritis.
Jadi, mari kita coba model ini di kelas kita. Mulailah dengan pertanyaan sederhana, berikan ruang bagi siswa untuk bereksplorasi, dan lihatlah bagaimana mereka tumbuh menjadi pembelajar yang aktif dan kreatif.
Semoga tulisan ini bermanfaat untuk rekan-rekan okeguru. Jika ada pertanyaan atau pengalaman menarik seputar Inquiry Learning, mari berbagi di kolom komentar! Selamat mencoba!
Salam Inovasi Salam Implementasi
Referensi
Banchi, H., & Bell, R. (2008). The many levels of inquiry. Science and Children, 46(2), 26-29.
Dewey, J. (1938). Experience and Education. New York: Kappa Delta Pi.
Bruner, J. S. (1961). The act of discovery. Harvard Educational Review, 31(1), 21-32.
wisnurat
Founder of Okeguru.Com. Teacher, Speaker, Writer, Blogger, Education Content Creator and Enterpreneur.
wisnurat
18 Apr 2026
Daftar Isi1 1. Merumuskan Tujuan Belajar yang Jelas dan Terukur2 2. Membuat Kriteria Keberhasilan (Rubrik)3 3. Diferensiasi Pembelajaran (Melayani Beda Kemampuan)4 4. Penilaian Diri untuk Membangun Kesadaran Belajar5 5. Penilaian Teman Sebaya yang Produktif6 6. Memberi Umpan Balik yang Spesifik dan Memotivasi7 7. Menyusun Pertanyaan dari Mudah ke Sulit Bayangkan, saat temen-temen sedang mengajar. Seorang …
wisnurat
18 Apr 2026
Daftar Isi1 Pernahkah temen-temen bertanya-tanya, “Sebenarnya, apa yang terjadi di dalam pikiran siswa ketika mereka belajar?”2 Latarbelakang Masalah3 Empat Tingkatan Berfikir SOLO4 1. Unistructural – Satu Fakta, Satu Ide5 2. Multistructural – Banyak Fakta, Tapi Masih Lepas-Lepas6 3. Relational. Menghubungkan (Di Sinilah Pemahaman Sejati Mulai Terbentuk)7 4. Extended Abstract – Melompat ke Teori Lain (Level …
wisnurat
25 Mar 2026
Daftar Isi1 Kesalahpahaman Penggunaan Lembar Kerja Siswa2 Rubrik Penilaian3 Download LSK dan Rubrik Penilaian Supaya lebih terarah, Lembar Kerja Siswa (LKS) bisa jadi media pembelajaran berbasis proyek. Saya coba rancang LKS PjBL dengan pendekatan manajemen PDCA. Format LKS ini bisa temen-temen gunakan atau bisa juga dikembangkan sesuai kompleksitas proyek yang dilakukan. Kesalahpahaman Penggunaan Lembar Kerja …
wisnurat
24 Mar 2026
Daftar Isi1 Judul Proyek2 Tujuan Pembelajaran3 Tahap PLAN4 Tahap DO5 Tahap CHECK6 Tahap ACT7 Daftar Pustaka Temen-temen okeguru, salah satu sumber proyek yang sangat baik sebenarnya berasal dari masalah nyata di lingkungan sekolah. Misalnya, banyak sekolah memiliki pohon yang rindang tetapi menghasilkan sampah daun yang berserakan setiap hari. Masalah sederhana ini dapat dijadikan proyek pembelajaran …
wisnurat
24 Mar 2026
Daftar Isi1 “Mengintegrasikan PDCA dengan pembelajaran PjBL. Apakah beneran bisa ?”2 Hubungan PjBL dan PDCA3 Daftar Pustaka “Mengintegrasikan PDCA dengan pembelajaran PjBL. Apakah beneran bisa ?” Temen-temen okeguru. Salah satu tantangan dalam menerapkan Project-Based Learning (PjBL) adalah siswa sering kali kebingungan ketika harus merencanakan dan mengelola proyek mereka sendiri. Banyak proyek akhirnya tidak berjalan optimal …
wisnurat
23 Mar 2026
Daftar Isi1 “Siklus PDCA. Apa benar bisa diimplementasikan dalam proses pembelajaran ?”2 1. Tahap Plan (Perencanaan)3 2. Tahap Do (Pelaksanaan)4 3. Tahap Check (Evaluasi)5 4. Tahap Act (Perbaikan)6 Daftar Pustaka “Siklus PDCA. Apa benar bisa diimplementasikan dalam proses pembelajaran ?” Temen-temen okeguru, dalam praktik pembelajaran kita sering menemukan bahwa siswa sebenarnya mampu mengerjakan tugas atau …
28 Mar 2018 231.628 views
Daftar Isi1 “Bagaimana sih alur pembelajaran inquiry diimplementasikan dalam proses pembelajaran?”2 Lima Langkah Utama Model Pembelajaran Ikuiri3 Tips untuk Implementasi di Kelas4 Contoh Rancangan Pembelajaran Inquiry Learning “Bagaimana sih alur pembelajaran inquiry diimplementasikan dalam proses pembelajaran?” Pertanyaan menarik yang perlu kita ulik jawabannya. Coba deh temen-temen cek isi dokumen Capaian Pembelajaran . Model Pembelajaran Inquiry …
02 Jul 2022 58.100 views
Daftar Isi1 Pilihan Cara Merumuskan Tujuan Pembelajaran2 Contoh Rumusan Tujuan Pembelajaran3 Download Format Rumusan TP Di dalam Kurikulum Merdeka. Pemerintah menetapkan Capaian Pembelajaran (CP) sebagai kompetensi yang ditargetkan. Namun demikian, CP tidak cukup konkret untuk memandu kegiatan pembelajaran sehari-hari. CP perlu diurai menjadi tujuan-tujuan pembelajaran yang lebih operasional dan konkret, yang dicapai satu persatu oleh …
28 May 2016 36.303 views
Semangat literasi mengundang ketertarikan saya untuk menikmati buku bacaan baru dan akkirnya berlabuh pada “68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013” yang ditulis Aris Shoimin. Proses belajar mengajar dipengaruhi emosi. Apabila siswa merasa terpaksa mengikuti proses pembelajaran, mereka akan kesulitan memahami materi yang disampaikan guru. Maka dari itu, semestinya guru mampu menciptakan suasana kondusif sehingga …
13 Dec 2021 34.069 views
Daftar Isi1 Sintak Model Pembelajaran Demonstrasi2 Langkah langkah Model Pembelajaran Demonstrasi3 Kelebihan Model Pembelajaran Demonstrasi4 Kekurangan Model Pembelajaran Demonstrasi Model pembelajaran demonstrasi adalah model pembelajaran dengan skenario peragaan. Bisa memperagakan kejadian, urutan akifitas, kejadian atau cara penggunaan alat tertentu. Peragaan bisa dilakukan secara langsung atau dengan menggunakan perantara media pembelajaran. Sintak Model Pembelajaran Demonstrasi Lalu, …
01 Oct 2021 30.814 views
Daftar Isi1 Prinsip Pembelajaran Cooperative Learning2 Sintak Pembelajaran Cooperative Learning3 Langkah – langkah Pembelajaran Cooperative Learning Okeguru.com – Model pembelajaran cooperative learning. Halo teman-teman Okeguru.Kita tahu di dalam kelas terdapat siswa yang bervariatif. Mulai dari latar belakang suku, kebiasaan dan akhirnya membentuk karakter yang unik. Kondisi ini menuntut kita untuk mencari model pembelajaran yang tepat. …






Comments are not available at the moment.