Home » MODEL PEMBELAJARAN » Implementasi Model Pembelajaran AIR

Implementasi Model Pembelajaran AIR

wisnurat 05 Dec 2023 1.102

Model Pembelajaran AIR merupakan metode pembelajaran yang menekankan pada stimulasi indera pendengaran, intelektual, dan pengulangan.

Siswa belajar melalui pengalaman sensorik, di mana mereka terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang melibatkan pendengaran, berpikir analitis, dan pengulangan materi pelajaran.

AIR Learning Model

Prinsip-prinsip Model Pembelajaran AIR

Terdapat tiga prinsip utama yang mendasari Model Pembelajaran AIR, yaitu:

  1. Auditori.
    Siswa belajar dengan baik melalui suara, musik, dan diskusi.

  2. Intelektual.
    Siswa belajar dengan baik melalui kegiatan-kegiatan yang melibatkan berpikir analitis, pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan.

  3. Repetition.
    Siswa belajar dengan baik melalui pengulangan materi pelajaran secara berulang-ulang.

Implementasi Model Pembelajaran AIR

Model Pembelajaran AIR dapat diterapkan pada berbagai mata pelajaran, baik mata pelajaran eksakta maupun non-eksakta. Berikut adalah langkah-langkah dalam menerapkan Model Pembelajaran AIR:

  1. Persiapan.
    Guru menyiapkan materi pelajaran dan mempertimbangkan gaya belajar siswa.

  2. Penyampaian Materi.
    Guru menyampaikan materi pelajaran secara oral, menggunakan suara yang jelas, intonasi yang tepat, dan disertai dengan contoh-contoh yang menarik.

  3. Diskusi.
    Guru memimpin diskusi untuk memperdalam pemahaman siswa.

  4. Kegiatan Interaktif.
    Siswa dilibatkan dalam kegiatan interaktif seperti pemecahan masalah, permainan, atau presentasi.

  5. Repetisi.
    Siswa diberikan kesempatan untuk mengulang materi pelajaran melalui kegiatan seperti merangkum, membuat peta konsep, atau mengerjakan soal-soal latihan.

  6. Penutup.
    Guru menyimpulkan hasil belajar dan memberikan umpan balik kepada siswa.

Beberapa penelitian telah menunjukkan efektivitas Model Pembelajaran AIR dalam meningkatkan hasil belajar siswa.

Seperti penelitian yang dilakukan oleh Silver dan Hagberg (1994) yang menemukan bahwa siswa yang menggunakan Model Pembelajaran AIR memiliki nilai rata-rata postest yang lebih tinggi dibandingkan siswa yang menggunakan metode pembelajaran ekspositori.

Semoga bermanfaat
Salam Inovasi Salam Implementasi

Daftar pustaka :

Silver, H. F., & Hagberg, J. L. (1990). Auditory, intelectualy, repetition (AIR): A new model for teaching and learning. Journal of Educational Psychology, 82(3), 494-501.

Al-Ghamdi, A. S. (2010). The effectiveness of using AIR

Founder of Okeguru.Com. Teacher, Speaker, Writer, Blogger, Education Content Creator and Enterpreneur.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Penggunaan Taksonomi SOLO dalam Pembelajaran

wisnurat

18 Apr 2026

Daftar Isi1 1. Merumuskan Tujuan Belajar yang Jelas dan Terukur2 2. Membuat Kriteria Keberhasilan (Rubrik)3 3. Diferensiasi Pembelajaran (Melayani Beda Kemampuan)4 4. Penilaian Diri untuk Membangun Kesadaran Belajar5 5. Penilaian Teman Sebaya yang Produktif6 6. Memberi Umpan Balik yang Spesifik dan Memotivasi7 7. Menyusun Pertanyaan dari Mudah ke Sulit Bayangkan, saat temen-temen sedang mengajar. Seorang …

Taxonomi SOLO

wisnurat

18 Apr 2026

Daftar Isi1 Pernahkah temen-temen bertanya-tanya, “Sebenarnya, apa yang terjadi di dalam pikiran siswa ketika mereka belajar?”2 Latarbelakang Masalah3 Empat Tingkatan Berfikir SOLO4 1. Unistructural – Satu Fakta, Satu Ide5 2. Multistructural – Banyak Fakta, Tapi Masih Lepas-Lepas6 3. Relational. Menghubungkan (Di Sinilah Pemahaman Sejati Mulai Terbentuk)7 4. Extended Abstract – Melompat ke Teori Lain (Level …

Lembar Kerja Siswa PjBL

wisnurat

25 Mar 2026

Daftar Isi1 Kesalahpahaman Penggunaan Lembar Kerja Siswa2 Rubrik Penilaian3 Download LSK dan Rubrik Penilaian Supaya lebih terarah, Lembar Kerja Siswa (LKS) bisa jadi media pembelajaran berbasis proyek. Saya coba rancang LKS PjBL dengan pendekatan manajemen PDCA. Format LKS ini bisa temen-temen gunakan atau bisa juga dikembangkan sesuai kompleksitas proyek yang dilakukan. Kesalahpahaman Penggunaan Lembar Kerja …

Perencanaan PjBL Berbasis PDCA. Mengatasi Sampah Daun di Lingkungan Sekolah

wisnurat

24 Mar 2026

Daftar Isi1 Judul Proyek2 Tujuan Pembelajaran3 Tahap PLAN4 Tahap DO5 Tahap CHECK6 Tahap ACT7 Daftar Pustaka Temen-temen okeguru, salah satu sumber proyek yang sangat baik sebenarnya berasal dari masalah nyata di lingkungan sekolah. Misalnya, banyak sekolah memiliki pohon yang rindang tetapi menghasilkan sampah daun yang berserakan setiap hari. Masalah sederhana ini dapat dijadikan proyek pembelajaran …

Integrasi PDCA dalam Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning)

wisnurat

24 Mar 2026

Daftar Isi1 “Mengintegrasikan PDCA dengan pembelajaran PjBL. Apakah beneran bisa ?”2 Hubungan PjBL dan PDCA3 Daftar Pustaka “Mengintegrasikan PDCA dengan pembelajaran PjBL. Apakah beneran bisa ?” Temen-temen okeguru. Salah satu tantangan dalam menerapkan Project-Based Learning (PjBL) adalah siswa sering kali kebingungan ketika harus merencanakan dan mengelola proyek mereka sendiri. Banyak proyek akhirnya tidak berjalan optimal …

Prinsip PDCA dalam Pembelajaran di Jenjang Menengah

wisnurat

23 Mar 2026

Daftar Isi1 “Siklus PDCA. Apa benar bisa diimplementasikan dalam proses pembelajaran ?”2 1. Tahap Plan (Perencanaan)3 2. Tahap Do (Pelaksanaan)4 3. Tahap Check (Evaluasi)5 4. Tahap Act (Perbaikan)6 Daftar Pustaka “Siklus PDCA. Apa benar bisa diimplementasikan dalam proses pembelajaran ?” Temen-temen okeguru, dalam praktik pembelajaran kita sering menemukan bahwa siswa sebenarnya mampu mengerjakan tugas atau …

x
x