Deep Learning Okeguru.Com
Home » MODEL PEMBELAJARAN » Deep Learning vs Surface Learning

Deep Learning vs Surface Learning

wisnurat 07 Jan 2025 6.950
Deep Learning vs Surface Learning

Dua pendekatan yang pekan ini sering saya bahas. Deep learning dan Surface learning. Meskipun keduanya merupakan cara siswa berinteraksi dengan materi, keduanya memiliki karakteristik, tujuan, dan hasil yang sangat berbeda. Melalui tulisan ini saya akan membahas perbandingan antara deep learning dan surface learning, serta implikasinya bagi pengajaran di kelas.

Apa Itu Surface Learning?

Surface learning adalah pendekatan di mana siswa berfokus pada penghafalan informasi dan detail-detail yang dianggap penting untuk lulus ujian atau menyelesaikan tugas. Siswa yang menggunakan pendekatan ini cenderung tidak mengaitkan informasi baru dengan pengetahuan yang sudah ada, sehingga pemahaman mereka terhadap materi menjadi dangkal. Mereka sering bertanya, “Apa yang perlu saya lakukan untuk lulus?” dan melihat tugas sebagai beban yang harus diselesaikan.

Karakteristik Surface Learning:

  1. Memorisasi. Siswa menghafal fakta-fakta tanpa memahami konteks atau hubungan antara informasi tersebut.
  2. Pemahaman yang Dangkal. Pembelajaran tidak mendalam, sehingga siswa tidak dapat mengaitkan informasi baru dengan pengetahuan yang lebih luas.
  3. Pendekatan Pasif. Siswa menerima informasi secara pasif, tanpa terlibat aktif dalam proses pembelajaran.
  4. Fokus pada Ujian. Siswa cenderung melihat konten kursus hanya sebagai materi yang perlu dipelajari untuk ujian.

Apa Itu Deep Learning?

Sebaliknya, deep learning adalah pendekatan yang mendorong siswa untuk memahami materi secara mendalam dan mengaitkannya dengan pengetahuan yang sudah ada. Siswa yang terlibat dalam deep learning berusaha untuk memahami makna dari apa yang mereka pelajari dan mengaitkannya dengan konteks yang lebih luas. Mereka tidak hanya fokus pada hasil akhir, tetapi juga pada proses belajar itu sendiri.

Karakteristik Deep Learning:

  1. Pemahaman Mendalam. Siswa berusaha untuk memahami konsep dan prinsip yang mendasari materi.
  2. Keterlibatan Aktif. Siswa terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran, sering kali melalui diskusi, kolaborasi, dan eksplorasi.
  3. Keterkaitan Pengetahuan. Siswa mengaitkan informasi baru dengan pengetahuan yang sudah ada, menciptakan jaringan pemahaman yang lebih kompleks.
  4. Motivasi Intrinsik. Siswa terdorong oleh rasa ingin tahu dan minat terhadap materi, bukan hanya untuk mendapatkan nilai.

Perbandingan Antara Deep Learning dan Surface Learning

AspekSurface LearningDeep Learning
TujuanLulus ujian dan menyelesaikan tugasMemahami materi secara mendalam
PendekatanPasif, menghafalAktif, eksploratif
PemahamanDangkal, tidak terhubungMendalam, terintegrasi
MotivasiEksternal (nilai, lulus)Intrinsik (rasa ingin tahu)

Mengapa Penting Memahami Perbedaan Ini?

Sebagai guru, memahami perbedaan antara deep learning dan surface learning sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif. Dengan mendorong siswa untuk terlibat dalam deep learning, kita dapat membantu mereka mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, dan kemampuan untuk menerapkan pengetahuan dalam konteks yang lebih luas.

Mari kita bersama-sama menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi siswa kita!

Pertimbangkan untuk menerapkan strategi pengajaran yang mendorong deep learning, seperti diskusi kelompok, proyek kolaboratif, dan penugasan yang menantang.

Dengan cara ini, kita tidak hanya membantu siswa memahami materi, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk menjadi pembelajar seumur hidup.

Semoga Bermanfaat. Salam Inovasi Salam Implementasi.

Referensi

  1. Houghton, W., et al. (2004). Deep Learning Surface Learning. Valencia College. Diakses dari https://valenciacollege.edu/faculty/development/teaching-learning-academy/documents/DeepSurfaceLrn.pdf.
  2. Atherton, J., et al. (2009). Deep, surface and strategic learning. Marian College. Diakses dari https://www.mariancollege.org/miitle/assets/downloads/mitle/resources/Deep-Surface-and-Strategic-Learning.pdf.
  3. Desierto, A., et al. (2017). Deep or Surface? The learning approaches of enabling students in an Australian public university. Diakses dari https://www.researchgate.net/publication/353837764_Deep_or_Surface_The_learning_approaches_of_enabling_students_in_an_Australian_public_university.
  4. CMC-2019. Learning and Teaching: Rationale and Focus. [File PDF].

Founder of Okeguru.Com. Teacher, Speaker, Writer, Blogger, Education Content Creator and Enterpreneur.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Penggunaan Taksonomi SOLO dalam Pembelajaran

wisnurat

18 Apr 2026

Daftar Isi1 1. Merumuskan Tujuan Belajar yang Jelas dan Terukur2 2. Membuat Kriteria Keberhasilan (Rubrik)3 3. Diferensiasi Pembelajaran (Melayani Beda Kemampuan)4 4. Penilaian Diri untuk Membangun Kesadaran Belajar5 5. Penilaian Teman Sebaya yang Produktif6 6. Memberi Umpan Balik yang Spesifik dan Memotivasi7 7. Menyusun Pertanyaan dari Mudah ke Sulit Bayangkan, saat temen-temen sedang mengajar. Seorang …

Taxonomi SOLO

wisnurat

18 Apr 2026

Daftar Isi1 Pernahkah temen-temen bertanya-tanya, “Sebenarnya, apa yang terjadi di dalam pikiran siswa ketika mereka belajar?”2 Latarbelakang Masalah3 Empat Tingkatan Berfikir SOLO4 1. Unistructural – Satu Fakta, Satu Ide5 2. Multistructural – Banyak Fakta, Tapi Masih Lepas-Lepas6 3. Relational. Menghubungkan (Di Sinilah Pemahaman Sejati Mulai Terbentuk)7 4. Extended Abstract – Melompat ke Teori Lain (Level …

Lembar Kerja Siswa PjBL

wisnurat

25 Mar 2026

Daftar Isi1 Kesalahpahaman Penggunaan Lembar Kerja Siswa2 Rubrik Penilaian3 Download LSK dan Rubrik Penilaian Supaya lebih terarah, Lembar Kerja Siswa (LKS) bisa jadi media pembelajaran berbasis proyek. Saya coba rancang LKS PjBL dengan pendekatan manajemen PDCA. Format LKS ini bisa temen-temen gunakan atau bisa juga dikembangkan sesuai kompleksitas proyek yang dilakukan. Kesalahpahaman Penggunaan Lembar Kerja …

Perencanaan PjBL Berbasis PDCA. Mengatasi Sampah Daun di Lingkungan Sekolah

wisnurat

24 Mar 2026

Daftar Isi1 Judul Proyek2 Tujuan Pembelajaran3 Tahap PLAN4 Tahap DO5 Tahap CHECK6 Tahap ACT7 Daftar Pustaka Temen-temen okeguru, salah satu sumber proyek yang sangat baik sebenarnya berasal dari masalah nyata di lingkungan sekolah. Misalnya, banyak sekolah memiliki pohon yang rindang tetapi menghasilkan sampah daun yang berserakan setiap hari. Masalah sederhana ini dapat dijadikan proyek pembelajaran …

Integrasi PDCA dalam Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning)

wisnurat

24 Mar 2026

Daftar Isi1 “Mengintegrasikan PDCA dengan pembelajaran PjBL. Apakah beneran bisa ?”2 Hubungan PjBL dan PDCA3 Daftar Pustaka “Mengintegrasikan PDCA dengan pembelajaran PjBL. Apakah beneran bisa ?” Temen-temen okeguru. Salah satu tantangan dalam menerapkan Project-Based Learning (PjBL) adalah siswa sering kali kebingungan ketika harus merencanakan dan mengelola proyek mereka sendiri. Banyak proyek akhirnya tidak berjalan optimal …

Prinsip PDCA dalam Pembelajaran di Jenjang Menengah

wisnurat

23 Mar 2026

Daftar Isi1 “Siklus PDCA. Apa benar bisa diimplementasikan dalam proses pembelajaran ?”2 1. Tahap Plan (Perencanaan)3 2. Tahap Do (Pelaksanaan)4 3. Tahap Check (Evaluasi)5 4. Tahap Act (Perbaikan)6 Daftar Pustaka “Siklus PDCA. Apa benar bisa diimplementasikan dalam proses pembelajaran ?” Temen-temen okeguru, dalam praktik pembelajaran kita sering menemukan bahwa siswa sebenarnya mampu mengerjakan tugas atau …

x
x