- ARTIKELDiferensiasi Pembelajaran Berbasis Taksonomi SOLO
- ARTIKELMengubah Rubrik Penilaian Menjadi Rubrik Berbasis Taksonomi SOLO
- ARTIKELMembangun Budaya Belajar Berbasis SOLO di Kelas
- ARTIKELMengidentifikasi Level SOLO Siswa dalam 5 Menit
- ARTIKELTaksonomi SOLO sebagai Peta Perjalanan Belajar
- ARTIKELSelf Assessment Siswa Menggunakan Taksonomi SOLO
- MODEL PEMBELAJARANPenggunaan Taksonomi SOLO dalam Pembelajaran
- MODEL PEMBELAJARANTaxonomi SOLO
- MODEL PEMBELAJARANLembar Kerja Siswa PjBL
- MODEL PEMBELAJARANPerencanaan PjBL Berbasis PDCA. Mengatasi Sampah Daun di Lingkungan Sekolah

Edgar Dale’s Cone of Learning
Daftar Isi
- 1 Membaca (Read)
- 2 Mendengar (Hear)
- 3 Melihat Gambar (View Image)
- 4 Melihat Video (Watch Video)
- 5 Menonton Demonstrasi (Watch a Demonstration)
- 6 Pameran (Exhibitions)
- 7 Berpartisipasi dalam Workshop Praktis (Participate in Hands-On Workshops)
- 8 Mendesain Pelajaran Kolaboratif (Design Collaborative Lessons)
- 9 Mensimulasikan Model atau Mengalami Fenomena (Simulate a Model or Experience a Phenomenon)
- 10 Mendesain/Melakukan Presentasi/Eksperimen (Design/Perform a Presentation/Experiment):

Memahami cara siswa belajar adalah kunci untuk menciptakan pengalaman belajar yang efektif. Salah satu model yang sangat berguna dalam hal ini adalah Edgar Dale’s Cone of Learning. Model ini menggambarkan berbagai tingkatan pengalaman belajar, dari yang paling pasif hingga yang paling aktif, dan menunjukkan bagaimana pengalaman tersebut mempengaruhi retensi informasi siswa.
Membaca (Read)
Persentase Retensi: 10%
Pengalaman belajar yang paling pasif. Siswa hanya membaca materi tanpa interaksi, yang sering kali menghasilkan pemahaman yang terbatas.
Mendengar (Hear)
Persentase Retensi: 20%
Dalam tahap ini, siswa mendengarkan ceramah atau presentasi. Meskipun ada sedikit keterlibatan, retensi informasi masih rendah.
Melihat Gambar (View Image)
Persentase Retensi: 30%
Melihat gambar atau grafik memberikan sedikit lebih banyak keterlibatan dibandingkan mendengar, tetapi masih tergolong pasif.
Melihat Video (Watch Video)
Persentase Retensi: 30%
Menggabungkan visual dan audio, seperti menonton video atau presentasi, meningkatkan pemahaman siswa.
Menonton Demonstrasi (Watch a Demonstration)
Persentase Retensi: 50%
Melihat demonstrasi langsung memberikan pengalaman yang lebih konkret dan membantu siswa memahami konsep dengan lebih baik.
Pameran (Exhibitions)
Persentase Retensi: 50%
Mengunjungi pameran atau acara yang menunjukkan konsep secara langsung dapat memperkuat pemahaman siswa.
Berpartisipasi dalam Workshop Praktis (Participate in Hands-On Workshops)
Persentase Retensi: 70%
Keterlibatan langsung dalam kegiatan praktis memperkuat pembelajaran dan meningkatkan pemahaman.
Mendesain Pelajaran Kolaboratif (Design Collaborative Lessons)
Persentase Retensi: 80%
Bekerja sama dengan orang lain untuk merancang dan melaksanakan pelajaran dapat meningkatkan keterlibatan siswa.
Mensimulasikan Model atau Mengalami Fenomena (Simulate a Model or Experience a Phenomenon)
Persentase Retensi: 90%
Menggunakan simulasi untuk memahami konsep secara mendalam sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman.
Mendesain/Melakukan Presentasi/Eksperimen (Design/Perform a Presentation/Experiment):
Persentase Retensi: 90%Kegiatan paling aktif di mana siswa terlibat langsung dalam proses belajar, seperti melakukan eksperimen atau presentasi, menghasilkan retensi informasi yang sangat tinggi.
Model Edgar Dale’s Cone of Learning menunjukkan bahwa pengalaman belajar yang lebih aktif cenderung menghasilkan retensi informasi yang lebih baik dibandingkan dengan pengalaman yang lebih pasif. Sebagai guru, penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendorong keterlibatan siswa melalui berbagai metode pengajaran. Dengan memahami tingkatan pengalaman belajar ini, kita dapat merancang strategi pengajaran yang lebih efektif dan meningkatkan hasil belajar siswa.
Strategi pendekatan pembelajaran mana yang akan temen-temen gunakan ?
Tulis di kolom komentar yaa!
Semoga Bermanfaat. Salam Inovasi Salam Implementasi.
Referensi
Dale, E. (1969). Audiovisual Methods in Teaching. New York: Holt, Rinehart and Winston.
Bonwell, C. C., & Eison, J. A. (1991). Active Learning: Creating Excitement in the Classroom. ASHE-ERIC Higher Education Report No. 1. Washington, DC: George Washington University.
Prince, M. (2004). Does Active Learning Work? A Review of the Research. Journal of Engineering Education, 93(3), 223-231.
wisnurat
Founder of Okeguru.Com. Teacher, Speaker, Writer, Blogger, Education Content Creator and Enterpreneur.
wisnurat
07 Jun 2026
Daftar Isi1 Pendahuluan2 Memahami Diferensiasi Pembelajaran3 Taksonomi SOLO sebagai Alat Memetakan Kesiapan Belajar4 Mengapa SOLO Relevan untuk Diferensiasi?5 Diferensiasi Berdasarkan Level SOLO6 Diferensiasi Pertanyaan Menggunakan SOLO7 SOLO dan Assessment for Learning8 SOLO, Zona Perkembangan, dan Tantangan Belajar9 Tantangan dalam Implementasi Diferensiasi Berbasis SOLO10 Implikasi bagi Praktik Pembelajaran11 Penutup12 Daftar Pustaka Pendahuluan Salah satu tantangan utama …
wisnurat
07 Jun 2026
Daftar Isi1 Pendahuluan2 Keterbatasan Rubrik Penilaian Tradisional3 Taksonomi SOLO sebagai Dasar Pengembangan Rubrik4 Karakteristik Rubrik Berbasis SOLO5 Contoh Pengembangan Rubrik SOLO6 Rubrik SOLO dan Assessment for Learning7 Rubrik SOLO dan Pengembangan Growth Mindset8 Tantangan dalam Implementasi Rubrik SOLO9 Implikasi bagi Praktik Pembelajaran10 Penutup11 Daftar Pustaka Pendahuluan Rubrik merupakan salah satu instrumen penilaian yang banyak digunakan …
wisnurat
07 Jun 2026
Daftar Isi1 Ketika Belajar Hanya Berorientasi pada Nilai2 SOLO Sebagai Bahasa Belajar3 Seperti Apa Budaya Belajar Berbasis SOLO?4 Dari Self Assessment Menuju Kesadaran Belajar5 Ketika Rubrik, Pertanyaan, dan Diferensiasi Saling Terhubung6 Tanda-Tanda Budaya SOLO Mulai Tumbuh7 Membangun Budaya Membutuhkan Waktu8 Penutup Selama beberapa tahun terakhir, Taksonomi SOLO semakin dikenal di kalangan guru. Banyak pendidik mulai …
wisnurat
06 Jun 2026
Daftar Isi1 Pendahuluan2 Mengapa Guru Perlu Mengidentifikasi Level SOLO?3 Lima Level dalam Taksonomi SOLO4 Mengidentifikasi Level SOLO dalam 5 Menit5 Mengapa Identifikasi Cepat Ini Penting?6 Tantangan dalam Mengidentifikasi Level SOLO7 Implikasi bagi Pembelajaran8 Penutup9 Daftar Pustaka Pendahuluan Salah satu tantangan yang sering dihadapi guru dalam pembelajaran adalah memahami kualitas pemahaman siswa secara cepat dan akurat. …
wisnurat
06 Jun 2026
Daftar Isi1 Pendahuluan2 Memahami Taksonomi SOLO3 SOLO sebagai Peta Perjalanan Belajar4 Lima Tahap Perjalanan Belajar dalam Taksonomi SOLO5 Mengapa Siswa Perlu Mengenal Posisi Belajarnya?6 SOLO dan Assessment for Learning7 Implikasi bagi Praktik Pembelajaran8 Penutup9 Daftar Pustaka Pendahuluan Dalam praktik pembelajaran, guru sering menghadapi situasi yang menarik. Setelah menjelaskan suatu materi, guru bertanya kepada siswa: “Apakah …
wisnurat
06 Jun 2026
Daftar Isi1 Pendahuluan2 Self Assessment dalam Perspektif Pembelajaran Modern3 Taksonomi SOLO sebagai Kerangka Refleksi Belajar4 Mengenalkan Bahasa SOLO kepada Siswa5 SOLO dan Pengembangan Metakognisi6 Praktik Self Assessment Berbasis SOLO di Kelas7 Dari Assessment of Learning Menuju Assessment as Learning8 Tantangan dalam Implementasi Self Assessment SOLO9 Implikasi bagi Pembelajaran10 Penutup11 Daftar Pustaka Pendahuluan Dalam praktik pendidikan …
28 Mar 2018 233.818 views
Daftar Isi1 “Bagaimana sih alur pembelajaran inquiry diimplementasikan dalam proses pembelajaran?”2 Lima Langkah Utama Model Pembelajaran Ikuiri3 Tips untuk Implementasi di Kelas4 Contoh Rancangan Pembelajaran Inquiry Learning “Bagaimana sih alur pembelajaran inquiry diimplementasikan dalam proses pembelajaran?” Pertanyaan menarik yang perlu kita ulik jawabannya. Coba deh temen-temen cek isi dokumen Capaian Pembelajaran . Model Pembelajaran Inquiry …
02 Jul 2022 58.262 views
Daftar Isi1 Pilihan Cara Merumuskan Tujuan Pembelajaran2 Contoh Rumusan Tujuan Pembelajaran3 Download Format Rumusan TP Di dalam Kurikulum Merdeka. Pemerintah menetapkan Capaian Pembelajaran (CP) sebagai kompetensi yang ditargetkan. Namun demikian, CP tidak cukup konkret untuk memandu kegiatan pembelajaran sehari-hari. CP perlu diurai menjadi tujuan-tujuan pembelajaran yang lebih operasional dan konkret, yang dicapai satu persatu oleh …
28 May 2016 36.548 views
Semangat literasi mengundang ketertarikan saya untuk menikmati buku bacaan baru dan akkirnya berlabuh pada “68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013” yang ditulis Aris Shoimin. Proses belajar mengajar dipengaruhi emosi. Apabila siswa merasa terpaksa mengikuti proses pembelajaran, mereka akan kesulitan memahami materi yang disampaikan guru. Maka dari itu, semestinya guru mampu menciptakan suasana kondusif sehingga …
13 Dec 2021 34.415 views
Daftar Isi1 Sintak Model Pembelajaran Demonstrasi2 Langkah langkah Model Pembelajaran Demonstrasi3 Kelebihan Model Pembelajaran Demonstrasi4 Kekurangan Model Pembelajaran Demonstrasi Model pembelajaran demonstrasi adalah model pembelajaran dengan skenario peragaan. Bisa memperagakan kejadian, urutan akifitas, kejadian atau cara penggunaan alat tertentu. Peragaan bisa dilakukan secara langsung atau dengan menggunakan perantara media pembelajaran. Sintak Model Pembelajaran Demonstrasi Lalu, …
01 Oct 2021 31.332 views
Daftar Isi1 Prinsip Pembelajaran Cooperative Learning2 Sintak Pembelajaran Cooperative Learning3 Langkah – langkah Pembelajaran Cooperative Learning Okeguru.com – Model pembelajaran cooperative learning. Halo teman-teman Okeguru.Kita tahu di dalam kelas terdapat siswa yang bervariatif. Mulai dari latar belakang suku, kebiasaan dan akhirnya membentuk karakter yang unik. Kondisi ini menuntut kita untuk mencari model pembelajaran yang tepat. …





Comments are not available at the moment.