Home » ARTIKEL » Edgar Dale’s Cone of Learning

Edgar Dale’s Cone of Learning

wisnurat 08 Jan 2025 1.541

Memahami cara siswa belajar adalah kunci untuk menciptakan pengalaman belajar yang efektif. Salah satu model yang sangat berguna dalam hal ini adalah Edgar Dale’s Cone of Learning. Model ini menggambarkan berbagai tingkatan pengalaman belajar, dari yang paling pasif hingga yang paling aktif, dan menunjukkan bagaimana pengalaman tersebut mempengaruhi retensi informasi siswa.

Membaca (Read)

Persentase Retensi: 10%

Pengalaman belajar yang paling pasif. Siswa hanya membaca materi tanpa interaksi, yang sering kali menghasilkan pemahaman yang terbatas.

Mendengar (Hear)

Persentase Retensi: 20%

Dalam tahap ini, siswa mendengarkan ceramah atau presentasi. Meskipun ada sedikit keterlibatan, retensi informasi masih rendah.

Melihat Gambar (View Image)

Persentase Retensi: 30%

Melihat gambar atau grafik memberikan sedikit lebih banyak keterlibatan dibandingkan mendengar, tetapi masih tergolong pasif.

Melihat Video (Watch Video)

Persentase Retensi: 30%

Menggabungkan visual dan audio, seperti menonton video atau presentasi, meningkatkan pemahaman siswa.

Menonton Demonstrasi (Watch a Demonstration)

Persentase Retensi: 50%

Melihat demonstrasi langsung memberikan pengalaman yang lebih konkret dan membantu siswa memahami konsep dengan lebih baik.

Pameran (Exhibitions)

Persentase Retensi: 50%

Mengunjungi pameran atau acara yang menunjukkan konsep secara langsung dapat memperkuat pemahaman siswa.

Berpartisipasi dalam Workshop Praktis (Participate in Hands-On Workshops)

Persentase Retensi: 70%

Keterlibatan langsung dalam kegiatan praktis memperkuat pembelajaran dan meningkatkan pemahaman.

Mendesain Pelajaran Kolaboratif (Design Collaborative Lessons)

Persentase Retensi: 80%

Bekerja sama dengan orang lain untuk merancang dan melaksanakan pelajaran dapat meningkatkan keterlibatan siswa.

Mensimulasikan Model atau Mengalami Fenomena (Simulate a Model or Experience a Phenomenon)

Persentase Retensi: 90%

Menggunakan simulasi untuk memahami konsep secara mendalam sangat efektif dalam meningkatkan pemahaman.

Mendesain/Melakukan Presentasi/Eksperimen (Design/Perform a Presentation/Experiment):

Persentase Retensi: 90%Kegiatan paling aktif di mana siswa terlibat langsung dalam proses belajar, seperti melakukan eksperimen atau presentasi, menghasilkan retensi informasi yang sangat tinggi.

Model Edgar Dale’s Cone of Learning menunjukkan bahwa pengalaman belajar yang lebih aktif cenderung menghasilkan retensi informasi yang lebih baik dibandingkan dengan pengalaman yang lebih pasif. Sebagai guru, penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendorong keterlibatan siswa melalui berbagai metode pengajaran. Dengan memahami tingkatan pengalaman belajar ini, kita dapat merancang strategi pengajaran yang lebih efektif dan meningkatkan hasil belajar siswa.

Strategi pendekatan pembelajaran mana yang akan temen-temen gunakan ?

Tulis di kolom komentar yaa!

Semoga Bermanfaat. Salam Inovasi Salam Implementasi.

Referensi

Dale, E. (1969). Audiovisual Methods in Teaching. New York: Holt, Rinehart and Winston.

Bonwell, C. C., & Eison, J. A. (1991). Active Learning: Creating Excitement in the Classroom. ASHE-ERIC Higher Education Report No. 1. Washington, DC: George Washington University.

Prince, M. (2004). Does Active Learning Work? A Review of the Research. Journal of Engineering Education, 93(3), 223-231.

Founder of Okeguru.Com. Teacher, Speaker, Writer, Blogger, Education Content Creator and Enterpreneur.

Comments are not available at the moment.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked*

*

*

Related post
Diferensiasi Pembelajaran Berbasis Taksonomi SOLO

wisnurat

07 Jun 2026

Daftar Isi1 Pendahuluan2 Memahami Diferensiasi Pembelajaran3 Taksonomi SOLO sebagai Alat Memetakan Kesiapan Belajar4 Mengapa SOLO Relevan untuk Diferensiasi?5 Diferensiasi Berdasarkan Level SOLO6 Diferensiasi Pertanyaan Menggunakan SOLO7 SOLO dan Assessment for Learning8 SOLO, Zona Perkembangan, dan Tantangan Belajar9 Tantangan dalam Implementasi Diferensiasi Berbasis SOLO10 Implikasi bagi Praktik Pembelajaran11 Penutup12 Daftar Pustaka Pendahuluan Salah satu tantangan utama …

Mengubah Rubrik Penilaian Menjadi Rubrik Berbasis Taksonomi SOLO

wisnurat

07 Jun 2026

Daftar Isi1 Pendahuluan2 Keterbatasan Rubrik Penilaian Tradisional3 Taksonomi SOLO sebagai Dasar Pengembangan Rubrik4 Karakteristik Rubrik Berbasis SOLO5 Contoh Pengembangan Rubrik SOLO6 Rubrik SOLO dan Assessment for Learning7 Rubrik SOLO dan Pengembangan Growth Mindset8 Tantangan dalam Implementasi Rubrik SOLO9 Implikasi bagi Praktik Pembelajaran10 Penutup11 Daftar Pustaka Pendahuluan Rubrik merupakan salah satu instrumen penilaian yang banyak digunakan …

Membangun Budaya Belajar Berbasis SOLO di Kelas

wisnurat

07 Jun 2026

Daftar Isi1 Ketika Belajar Hanya Berorientasi pada Nilai2 SOLO Sebagai Bahasa Belajar3 Seperti Apa Budaya Belajar Berbasis SOLO?4 Dari Self Assessment Menuju Kesadaran Belajar5 Ketika Rubrik, Pertanyaan, dan Diferensiasi Saling Terhubung6 Tanda-Tanda Budaya SOLO Mulai Tumbuh7 Membangun Budaya Membutuhkan Waktu8 Penutup Selama beberapa tahun terakhir, Taksonomi SOLO semakin dikenal di kalangan guru. Banyak pendidik mulai …

Mengidentifikasi Level SOLO Siswa dalam 5 Menit

wisnurat

06 Jun 2026

Daftar Isi1 Pendahuluan2 Mengapa Guru Perlu Mengidentifikasi Level SOLO?3 Lima Level dalam Taksonomi SOLO4 Mengidentifikasi Level SOLO dalam 5 Menit5 Mengapa Identifikasi Cepat Ini Penting?6 Tantangan dalam Mengidentifikasi Level SOLO7 Implikasi bagi Pembelajaran8 Penutup9 Daftar Pustaka Pendahuluan Salah satu tantangan yang sering dihadapi guru dalam pembelajaran adalah memahami kualitas pemahaman siswa secara cepat dan akurat. …

Taksonomi SOLO sebagai Peta Perjalanan Belajar

wisnurat

06 Jun 2026

Daftar Isi1 Pendahuluan2 Memahami Taksonomi SOLO3 SOLO sebagai Peta Perjalanan Belajar4 Lima Tahap Perjalanan Belajar dalam Taksonomi SOLO5 Mengapa Siswa Perlu Mengenal Posisi Belajarnya?6 SOLO dan Assessment for Learning7 Implikasi bagi Praktik Pembelajaran8 Penutup9 Daftar Pustaka Pendahuluan Dalam praktik pembelajaran, guru sering menghadapi situasi yang menarik. Setelah menjelaskan suatu materi, guru bertanya kepada siswa: “Apakah …

Self Assessment Siswa Menggunakan Taksonomi SOLO

wisnurat

06 Jun 2026

Daftar Isi1 Pendahuluan2 Self Assessment dalam Perspektif Pembelajaran Modern3 Taksonomi SOLO sebagai Kerangka Refleksi Belajar4 Mengenalkan Bahasa SOLO kepada Siswa5 SOLO dan Pengembangan Metakognisi6 Praktik Self Assessment Berbasis SOLO di Kelas7 Dari Assessment of Learning Menuju Assessment as Learning8 Tantangan dalam Implementasi Self Assessment SOLO9 Implikasi bagi Pembelajaran10 Penutup11 Daftar Pustaka Pendahuluan Dalam praktik pendidikan …

x
x